Uncategorized

LSP Unisba Tingkatkan Profesionalisme Asesor melalui RCC untuk Menjaga Mutu Sertifikasi

37views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Islam Bandung (LSP Unisba) menyelenggarakan program Recognition of Current Competency (RCC) atau pengakuan kompetensi terkini bagi asesor kompetensi di Hotel Savoy Homann, Bandung, Selasa–Rabu (13–14/10/2026). Kegiatan ini menjadi upaya memperbarui kemampuan asesor agar proses asesmen dan sertifikasi tetap selaras dengan perkembangan standar, regulasi, dan praktik profesional.

Sebanyak 16 peserta mengikuti kegiatan yang dibuka oleh Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa RCC berperan penting dalam memutakhirkan kompetensi, memvalidasi kemampuan asesor, serta memastikan materi uji kompetensi mengikuti perkembangan kebutuhan profesi.

Rektor menegaskan bahwa setiap asesor harus menjaga profesionalisme, validitas, dan objektivitas dalam melaksanakan asesmen. Pembaruan materi uji kompetensi juga perlu mendapat perhatian, terutama untuk menyesuaikan perkembangan kurikulum dan tuntutan kompetensi di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“Yang paling utama adalah menjaga validitas dan objektivitas kita sebagai asesor kompetensi. Materi uji kompetensi juga harus ditingkatkan dan disesuaikan dengan perkembangan terbaru,” ujarnya.

Ia turut mengajak para peserta memanfaatkan kegiatan RCC sebagai kesempatan belajar dan meningkatkan kemampuan secara serius. Seluruh peserta diharapkan terbuka terhadap pembelajaran serta mengesampingkan sementara atribut jabatan masing-masing agar dapat berfokus pada pengembangan kompetensi.

Sementara itu, Kepala LSP Unisba, Dr. Ani Yuningsih, M.Si., menekankan bahwa RCC tidak hanya bertujuan mengulang materi yang sudah dipelajari, tetapi juga memastikan kompetensi asesor tetap relevan dengan perubahan dan perkembangan profesinya.

Menurut Ani, dinamika standar kompetensi dan praktik profesional di dunia industri, dunia usaha, dan dunia kerja (IDUKA) perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan Materi Uji Kompetensi (MUK). Dengan demikian, perangkat asesmen, studi kasus, dan praktik yang digunakan dapat mencerminkan kebutuhan serta tantangan nyata di lapangan.

“Best practice dari para praktisi terus berkembang dan harus kita ikuti. Karena itu, materi uji kompetensi perlu disesuaikan agar contoh kasus, kajian, dan instrumennya semakin relevan dengan perkembangan terbaru,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ani menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi asesor turut mendukung upaya Unisba dalam mengukur ketercapaian kompetensi lulusan. Sertifikasi dan uji kompetensi menjadi salah satu instrumen untuk mengevaluasi implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembelajaran pada setiap program studi.

Perpaduan Teori dan Praktik dalam RCC LSP Unisba

Program RCC berlangsung selama dua hari dengan materi yang mencakup kebijakan sistem sertifikasi kompetensi, peningkatan kemampuan asesmen, perencanaan aktivitas dan proses asesmen, pelaksanaan asesmen, serta pemeriksaan kelengkapan dokumen asesmen.

Kegiatan ini didampingi oleh dua master asesor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yaitu Oom Oman Abdurahman dan Tri Darawanti, yang telah berpengalaman puluhan tahun dalam bidang sertifikasi dan asesmen kompetensi.

Kedua master asesor secara bergantian memberikan penjelasan materi dan membimbing peserta dalam praktik. Tri Darawanti mengawali pembelajaran dengan membahas kebijakan sistem sertifikasi kompetensi serta berbagai aspek yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi asesor.

Materi berikutnya berfokus pada Merencanakan Aktivitas dan Proses Asesmen (MAPA). Dalam sesi ini, peserta mempelajari dan mempraktikkan cara memastikan kesesuaian skema sertifikasi, mengidentifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) beserta unit kompetensi yang digunakan, serta menyusun peta kelompok pekerjaan.

Peserta juga memperoleh pembekalan mengenai penyusunan perencanaan aktivitas dan perangkat asesmen. Melalui latihan tersebut, mereka diharapkan mampu menyiapkan proses asesmen secara terstruktur sesuai dengan skema sertifikasi yang diterapkan.

Selanjutnya, Oom Oman Abdurahman menyampaikan materi Melaksanakan Asesmen (MA), termasuk peninjauan dan pemeriksaan kelengkapan dokumen asesmen. Setelah istirahat, salat, dan makan (ishoma), peserta melanjutkan penyelesaian sekaligus pencetakan dokumen MAPA dan MA.

Pada hari kedua, peserta mengikuti praktik Memberikan Kontribusi dalam Validasi Asesmen (MKVA). Seluruh peserta menyerahkan tugas yang diberikan oleh master asesor untuk diperiksa dan menjalani proses validasi.

Tahap tersebut menjadi bagian dari evaluasi untuk menilai pemahaman peserta terhadap materi serta memastikan peningkatan kompetensi asesor setelah mengikuti rangkaian RCC.

Melalui kegiatan ini, LSP Unisba berupaya memastikan asesor kompetensi senantiasa memiliki kemampuan yang terjaga, profesional, dan sesuai dengan perkembangan standar serta kebutuhan dunia kerja. Penguatan kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung mutu proses asesmen dan sertifikasi sekaligus membantu Unisba mengevaluasi pencapaian kompetensi lulusannya secara berkelanjutan.(ask)***

Leave a Response