Mahasiswa Profesi Psikologi Unisba Perkuat Sense of Community Warga Buruan SAE Ekoswara Permata

SEBUAH program penguatan psikologis komunitas dilaksanakan di Buruan SAE RW 11, Kelurahan Cisaranten Kulon, Kota Bandung, sebagai bagian dari praktik layanan psikologi profesi psikolog umum mahasiswa Program Pendidikan Profesi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung (Unisba). Program yang berlangsung sejak April hingga Mei 2026 ini berfokus pada penguatan sense of community atau rasa kebersamaan warga yang tergabung dalam kelompok Buruan SAE, salah satu bentuk turunan dari gerakan Kang Pisman dan program pengurangan sampah menuju Zero Waste yang digalakkan Pemerintah Kota Bandung.
Kegiatan ini dilakukan oleh Ismayalia Jannah, S.Psi., mahasiswa Program Pendidikan Profesi Psikologi Unisba dengan Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) 12050025029, di bawah bimbingan Rizka Hadian Permana, M.Psi., Psikolog, selaku supervisor internal, serta Deden Juhaeri, M.Psi., Psikolog, selaku supervisor eksternal. Laporan kegiatan telah disetujui dan disahkan pada 25 Mei 2026 melalui sidang internal Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi Unisba.
Buruan SAE RW 11 Cisaranten Kulon mulai dirintis pada 2021–2022, berawal dari program pengelolaan sampah Kang Pisman yang kemudian berkembang menjadi pemanfaatan lahan pekarangan untuk kegiatan bercocok tanam. Program ini menggabungkan pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi media tanam berbasis polybag, sekaligus mendorong ketahanan pangan keluarga melalui semangat gotong royong. Hingga saat ini, sekitar 65 hingga 67 warga telah tergabung dalam grup komunikasi WhatsApp Buruan SAE, dengan struktur kepengurusan yang telah disahkan melalui Surat Keputusan (SK) pada 6 April 2026.
Ketergantungan pada Satu Figur dan Rendahnya Sense of Community
Meski jumlah anggota grup komunikasi Buruan SAE tergolong cukup banyak, hasil asesmen melalui wawancara, observasi lapangan, penyebaran angket, dan empat kali Focus Group Discussion (FGD) menunjukkan bahwa kegiatan komunitas masih didominasi oleh sekitar 10 orang yang aktif secara konsisten. Sebagian anggota bahkan belum mengetahui bahwa mereka telah tercantum sebagai pengurus dalam Surat Keputusan (SK), sementara pelaksanaan berbagai kegiatan masih sangat bergantung pada Ketua RW sebagai penggagas program. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan anggota belum merata dan rasa tanggung jawab terhadap keberlangsungan komunitas masih perlu diperkuat.
Berdasarkan kerangka Sense of Community yang dikembangkan oleh David W. McMillan dan David M. Chavis, komunitas ini masih berada pada tahap awal dalam membangun rasa memiliki, partisipasi aktif, pemenuhan kebutuhan bersama, serta ikatan emosional antaranggota. Temuan ini juga sejalan dengan teori perkembangan kelompok Bruce W. Tuckman yang menggambarkan bahwa Buruan SAE masih berada pada tahap awal perkembangan, ketika pembagian peran belum berjalan optimal dan anggota masih mencari bentuk kerja sama yang paling efektif untuk mencapai tujuan bersama.
Untuk menjawab persoalan tersebut, praktikan merancang intervensi bersifat preventif menggunakan pendekatan Appreciative Inquiry (AI) yang berfokus pada penggalian potensi, pengalaman positif, dan harapan bersama, alih-alih semata membahas kekurangan kelompok. Intervensi dilaksanakan dalam satu kali pertemuan pada Jumat, 22 Mei 2026, diikuti oleh sembilan hingga sepuluh anggota inti komunitas melalui empat tahapan runtut, yaitu Discovery (penggalian pengalaman positif), Dream (penyusunan harapan bersama), Design (pembagian peran dan bidang minat), serta Destiny (penyusunan komitmen tindak lanjut).
Dalam tahap Design, anggota bersama-sama menyusun struktur kepengurusan bidang minat, meliputi tanaman obat keluarga (TOGA), tanaman sayuran, tanaman hias, serta peternakan dan perikanan, lengkap dengan koordinator masing-masing bidang. Pada tahap Destiny, anggota menyepakati jadwal kegiatan rutin mingguan setiap Sabtu pukul 07.00–09.00 WIB untuk belajar menanam bersama, serta menyusun rencana kegiatan bulanan berupa pembuatan lahan tetap Buruan SAE dan kunjungan pembelajaran ke komunitas Buruan SAE lain. Adapun sampai saat artikel ini ditulis anggota Buruan SAE Ekoswara Permata ini masih melaksanakan kegiatan aktif di setiap hari sabtu dan anggota aktif pun cukup meningkat yang awalnya hanya 10 orang sekarang ada seitar 15 orang yang aktif.
Hasil Terukur: Skor Sense of Community Meningkat Signifikan
Untuk melihat dampak program, peserta diminta mengisi kuesioner mengenai rasa kebersamaan dalam komunitas sebelum dan setelah mengikuti kegiatan. Pengukuran dilakukan terhadap sembilan anggota yang mengikuti seluruh rangkaian intervensi. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan, dengan total skor yang naik dari 796 menjadi 851 atau rata-rata dari 88,44 menjadi 95,00. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa peningkatan tersebut bukan terjadi secara kebetulan, melainkan mencerminkan adanya perubahan yang nyata setelah pelaksanaan program.
Perubahan paling besar terlihat pada meningkatnya keterhubungan emosional antaranggota (shared emotional connection). Setelah mengikuti kegiatan, anggota menjadi lebih terbuka untuk berbagi pengalaman, saling memberikan dukungan, dan memiliki semangat yang lebih besar untuk bekerja sama dalam mengembangkan Buruan SAE. Rasa memiliki terhadap komunitas (membership) juga meningkat, yang terlihat dari semakin jelasnya pembagian peran serta munculnya komitmen anggota untuk berkontribusi sesuai bidang yang diminati. Selain itu, anggota juga semakin merasakan manfaat keberadaan komunitas (integration and fulfillment of needs), misalnya melalui kesepakatan untuk mengadakan kegiatan belajar bersama setiap minggu dan rencana kunjungan ke Buruan SAE lain sebagai sarana saling berbagi pengetahuan. Sementara itu, aspek partisipasi dan pengaruh anggota dalam pengambilan keputusan (influence) juga menunjukkan peningkatan, meskipun belum sebesar aspek lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan seluruh anggota dalam menyampaikan pendapat, mengambil inisiatif, dan berperan aktif dalam setiap kegiatan masih perlu terus diperkuat melalui pendampingan yang berkelanjutan.
Kontribusi Unisba dalam Gerakan Zero Waste Kota Bandung
Program pendampingan psikologis komunitas ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung dalam mendukung gerakan pengurangan sampah dan pembangunan lingkungan berkelanjutan di Kota Bandung. Selama ini, keberhasilan program berbasis lingkungan seperti Kang Pisman dan Buruan SAE kerap dipandang sebagai persoalan teknis pengelolaan sampah dan lahan semata. Melalui pendekatan psikologi komunitas, mahasiswa Program Pendidikan Profesi Psikologi Unisba menunjukkan bahwa keberlanjutan program lingkungan sesungguhnya juga bertumpu pada fondasi psikologis warga, yakni sejauh mana mereka merasa memiliki, dilibatkan, terpenuhi kebutuhannya, dan terikat secara emosional satu sama lain.
Dengan demikian, pendampingan psikologis semacam ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan atau kewilayahan, dan warga dalam memperkuat modal sosial komunitas berbasis lingkungan, sejalan dengan visi Kota Bandung menuju Zero Waste City. Fakultas Psikologi Unisba, melalui Program Pendidikan Profesi Psikologi dan Unit Layanan Psikologi Terpadu (ULPT), turut membuka ruang kerja sama serupa bagi komunitas atau kelompok warga lain yang membutuhkan pendampingan penguatan dinamika kelompok.
Sebagai tindak lanjut, praktikan merekomendasikan agar komunitas Buruan SAE Ekoswara Permata RW 11 Cisaranten Kulon membangun sistem kegiatan yang lebih rutin dan terstruktur, mendistribusikan peran secara lebih merata agar tidak bergantung pada satu figur, serta menjaga komunikasi dua arah antaranggota. Anggota yang telah dibekali sebagai kader komunitas turut diarahkan untuk meneruskan penguatan sense of community kepada anggota lain yang belum berkesempatan mengikuti rangkaian asesmen dan intervensi, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara lebih menyeluruh oleh seluruh warga RW 11 Cisaranten Kulon, Kota Bandung. (Ismayalia Jannah, S.Psi. — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung (NPM 12050025029)***





