Kolom Sosial Politik

Setelah Prabowo Usai

135views

 

Oleh: Ridhazia

KETUA  Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan klarifikasi soal pidato politik yang dikaitkan dengan sinyal kesiapan maju pemilihan presiden (Pilpres) 2029.

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto yang hadir dalam puncak HUT ke-25 Demokrat, AHY mengatakan bahwa posisi Partai Demokrat sangat jelas, yaitu mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Lanskap Politik 2029

Pernyataan AHY menyiratkan bahwa selama Prabowo masih memperpanjang kekuasaan hingga 2029, selama itu pula tidak akan mengubah peta kompetisi dan kontestasi politik di negri ini.

Dalam lanskap politik Indonesia hingga kekuasan Prabowo belum berakhir semua fenomena nama-nama capres baru tidak akan laku dijual.

Menjual narasi atau figur alternatif karena panggung utama politik keistanaan praktis dikuasai oleh inkumben dan koalisinya.

Benar pernyataan sejumlah analis politik, kalau para pemegang modal (bohir) dan partai politik cenderung bersikap pragmatis atas peluang Prabowo memenangkan kontestasi berikutnya.

Resistensi Politik : Disloyality!

Setidaknya berhati-hati untuk figur baru. Penyebutan nama lain seperti Puan, AHY dan Gibran saja dianggap terlalu dini dan terlalu cepat untuk mempromosikan diri.

Sikap agresif siapapun yang menantang Prabowo justru berisiko memicu resistensi politik. Apalagi dari dalam kabinet, dari partai koalisi. Bisa dianggap tidak loyal.

Bahkan dicap sebagai bentuk pembangkangan (disloyality). Yakni tercerabut dari akar konsesi politik yang sudah diberikan Prabowo. Termasuk konsesi politik yang telah diberikan Presiden ke-8 kepada Megawati dan PDIP.*

  *Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermuki  di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response