
KAB. BANDUNG – Bandungpos.id — Ilmu pengetahuan yang dipelajari di ruang-ruang perkuliahan sejatinya menemukan makna sejatinya ketika dihadirkan dan dialirkan untuk kemaslahatan masyarakat luas. Demikianlah semangat luhur yang melandasi pelepasan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) YAMISA guna melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, utamanya pada pilar pengabdian kepada masyarakat. Momen bersejarah ini berlangsung pada Rabu (22/7/2026), menjadi gerbang pembuka bagi mahasiswa semester tujuh untuk menjembatani teori akademik dengan realitas kehidupan bermasyarakat.
Pada kesempatan yang penuh berkah tersebut, Dr. KH. Yayan Hasuna Hudaya, MMPd., selaku Pimpinan Pondok Pesantren Yamisa Soreang, juga melepas dan menyampaikan pesan mendalam kepada para siswa. Beliau menegaskan bahwa pengabdian ini bukan sekedar menyediakan tugas akademik, melainkan sebuah amanah luhur untuk menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat, sekaligus memperkokoh ikatan kasih sayang antara lembaga pendidikan dan lingkungan tempat warga hidup dan berkarya.
Pimpinan Pondok Pesantren Yamisa Soreang ini pun mengingatkan agar setiap siswa selalu membawa nilai-nilai luhur yang tumbuh subur di lingkungan pesantren ke daerah penempatan masing-masing. Kehadiran para pelajar diharapkan tidak hanya membawa bekal ilmu pengetahuan, melainkan juga keteladanan akhlak yang mulia, kerendahan hati, serta semangat mengabdi dengan tulus, sebagaimana yang menjadi ciri khas pendidikan di lingkungan YAMISA selama ini.
Pada tahun pelaksanaan ini, program KKN diikuti oleh sebanyak 177 mahasiswa yang akan ditempatkan di berbagai desa yang tersebar di wilayah Kecamatan Ciwidey dan Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Upacara pembukaan serta pelepasan peserta dipusatkan di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, sedangkan penarikan peserta direncanakan berlangsung di wilayah Kecamatan Ciwidey pada tahap akhir kegiatan.
Pelaksanaan KKN direncanakan berlangsung dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan, dengan jangka waktu yang dapat disesuaikan secara luwes mengikuti dinamika serta kondisi yang berkembang di lapangan. Selama masa pengabdian tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjalin kemitraan yang erat dan harmonis bersama pemerintah desa serta seluruh elemen, masyarakat agar setiap program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Melalui kolaborasi yang terjalin erat tersebut, mahasiswa akan menyelenggarakan beragam program kerja yang disusun secara penyiaran untuk menjawab kebutuhan sekaligus memberdayakan potensi unggulan yang dimiliki setiap wilayah. Seluruh kegiatan dirancang selaras dengan kurikulum dan tujuan masing-masing program studi, sehingga menjadi wadah penerapan ilmu sekaligus penguatan keterampilan nyata bagi para siswa.
Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan menjadi titik tolak terbentuknya kepribadian yang tangguh, berilmu, dan berakhlak mulia bagi seluruh peserta. Semoga pengabdian yang dijalankan membawa manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi amal jariyah yang terus mengaliri manfaatnya, sekaligus mengukuhkan nama baik almamater dan lembaga dalam pengabdiannya kepada bangsa, negara, dan sesama. ( Tanya/Id )***





