
BANDUNG, Bandungpos.id – Pentas reuni tak selalu harus diisi dengan hura-hura atau sebatas melepas rasa kangen tanpa makna.
Reuni layaknya harus memiliki bobot yang memberi manfaat dan makna hakiki yang bisa dikenang para alumninya.
Dan hal tersebut telah ditunjukan Ikatan Alumni (IKA) SMAN 7 Bandung Angkatan 1986 yang menggelar Reuni 40 Tahun di Hotel Holiday Inn, Jalan Dr. Djunjunan, Kota Bandung, Sabtu (18/7/2026).
Momentum empat dekade kelulusan tersebut tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga menjadi wadah mempererat persaudaraan, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan kepedulian sosial di antara para alumni.
Ketua IKA SMAN 7 Bandung Angkatan 1986, Dr. Ir. Edy Suryadi, mengatakan gagasan penyelenggaraan reuni mulai muncul sekitar enam bulan sebelum pelaksanaan.
Ide tersebut berawal dari usulan para koordinator kelas (korlas) yang menginginkan peringatan 40 tahun kelulusan menjadi kegiatan istimewa.
“Harapannya seluruh alumni Angkatan 1986 dapat berkumpul kembali dalam suasana penuh kebersamaan,” ujar Edy.
Edy menjelaskan, dirinya bersama Ketua Pelaksana Drs. Yana Karyana, Sekretaris Dra. Wasiah Dini Sumarta, Apt., serta Penanggung Jawab Acara Drs. Dadan Nuryana, M.M., merupakan bagian dari Kelas B8 yang sejak masa sekolah dikenal memiliki ikatan persaudaraan yang erat.
“Hubungan persaudaraan kami memang sudah terbentuk sejak masih menjadi siswa. Ketika dipercaya menjadi panitia reuni, teman-teman B8 langsung siap bekerja bersama demi menyukseskan acara ini,” katanya.
Sebelum acara puncak digelar, panitia telah melaksanakan pengajian lintas angkatan, pemeriksaan kesehatan gratis bagi guru dan peserta, menyerahkan uang kadedeuh kepada para guru yang masih hidup, serta memberikan beasiswa kepada lima siswa yatim piatu berprestasi dari keluarga kurang mampu.
*Penyusunan konsep*
Sementara itu, Ketua Pelaksana Reuni Empat Dekade, Drs. Yana Karyana, mengungkapkan bahwa penyusunan konsep kegiatan sempat melalui berbagai perbedaan pendapat.
Ada yang mengusulkan konsep luar ruangan (outdoor), ada pula yang menginginkan kegiatan di dalam ruangan (indoor).
Namun seluruh panitia akhirnya sepakat bahwa reuni harus memberikan manfaat lebih besar bagi alumni maupun almamater.
“Kami ingin reuni ini memiliki makna lebih dari sekadar berkumpul. Alumni juga harus mampu memberikan kontribusi kepada sekolah. Kami bahkan sempat menggagas pembinaan Olimpiade Sains, pendampingan prestasi hingga penguatan jejaring alumni untuk mendukung kemajuan almamater,” ujar Yana.
“Memasuki empat dasawarsa, peran kami bukan hanya berkumpul, tetapi juga mengawal, memberikan masukan, dan siap membantu apabila sekolah membutuhkan pengalaman maupun pemikiran kami. Itulah bentuk pengabdian alumni kepada almamater,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan, dari sekitar 640 alumni yang berasal dari 16 kelas, sebanyak 96 orang telah meninggal dunia. Pada reuni akbar tahun ini, sekitar 300 alumni hadir atau lebih dari separuh jumlah alumni yang masih ada. Seluruh peserta hadir tanpa memandang jabatan, profesi, maupun status sosial, sehingga suasana kekeluargaan benar-benar terasa sepanjang acara.
*Menghadirkan kebahagiaan*
Ditempat yang sama Sekretaris Pelaksana Reuni, Dra. Wasiah Dini Sumarta, Apt., mengatakan Kelas B8 menerima amanah menjadi tuan rumah reuni dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, tujuan utama panitia sejak awal adalah menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh alumni yang hadir setelah 40 tahun berpisah.
“Kami menerima kepercayaan dari teman-teman untuk menjadi host reuni besar ini. Niat kami sederhana, yaitu membuat seluruh teman-teman merasa bahagia dan bangga bisa kembali berkumpul,” ucapnya.
Lebih lanjut, Wasiah menjelaskan panitia sengaja tidak menerima sumbangan uang dari alumni di luar B8 demi menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Sebagai gantinya, panitia membuka kesempatan bagi alumni lain untuk berpartisipasi melalui bantuan dalam bentuk barang, seperti hadiah door prize dan perlengkapan kegiatan.
*Keikhlasan dan kerja keras*
Disisi laij Penanggung Jawab Acara Reuni di Hotel Holiday Inn, Drs. Dadan Nuryana, M.M., menilai kesuksesan reuni empat dekade tidak lepas dari keikhlasan, kerja keras, dan semangat gotong royong seluruh alumni B8.
Menurutnya, kebersamaan yang telah terbangun sejak masih menjadi siswa menjadi modal utama dalam menyukseskan reuni terbesar yang pernah diselenggarakan Angkatan 1986.
“Semuanya berawal dari keikhlasan, kebersamaan, dan kerja keras teman-teman B8. Terima kasih kepada Kang Yana, Kang Edi, Teh Wawa, serta seluruh sahabat yang telah bergotong royong.
Kebersamaan kami sudah terjalin sejak masih di SMA dan terus terpeliharau hingga sekarang. Silaturahmi inilah yang menjadi kekuatan terbesar Angkatan 1986,” tutur Dadan. (*den*)





