SMPIT Daar El Jannah Satukan Langkah Sekolah dan Orang Tua, Luncurkan Program Berbasis Lingkungan untuk Generasi Rabbani

KAB. BANDUNG, Bandungpos. Id – Menyambut awal tahun ajaran baru, SMPIT Daar El Jannah menggelar rapat perdana bersama orang tua murid di aula sekolah, Belakang Kantor GOR Saluyu, RT.004/RW.004, Desa Gajahmekar, Kec. Kutawaringin, Kabupaten Bandung,Sabtu (11/7/2026). Pertemuan ini menjadi momen strategi untuk mempertemukan visi dan membangun kerja sama yang kokoh antara lembaga pendidikan dan keluarga demi keberhasilan belajar siswa secara utuh.
Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama dalam menyelenggarakan pendidikan yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan nilai-nilai agama dan budaya pesantren. Sinergi lintas pihak ini menjadi landasan yang kuat agar pembentukan karakter dan wawasan anak berjalan selaras di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Hadir langsung dalam acara tersebut para pemangku kepentingan pendidikan, yaitu Ketua Yayasan KH. Andris Fajar, Pengawas SMP Kabupaten Bandung H. Nana Supriatna, Ketua Ikatan Alumni Al-Azhar Jawa Barat Ust. H. Yanyan Sofyan Badruzzaman, serta Kepala Sekolah Agung Prawoto, bersama seluruh jajaran pendidik dan tenaga kependidikan.
Suasana acara berlangsung khidmat sejak pembukaan, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Rangkaian ini menjadi simbol penguatan iman sekaligus penanaman rasa cinta tanah air sebagai bagian yang tak terpisahkan dari proses pendidikan.
Ketua Yayasan, KH. Andris Fajar, memaparkan perjalanan panjang berdirinya lembaga ini serta arah kebijakan ke depannya. Beliau menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan di sini adalah melahirkan generasi muda yang berilmu luas, beriman teguh, dan berakhlak mulia dalam kehidupan sehari‑hari.
Kepala Sekolah Agung Prawoto menjelaskan sistem pembelajaran terpadu yang diterapkan, di mana materi umum dan agama disusun secara menyatu. Di sisi lain, perwakilan guru Ust. Eka Sandi memperkenalkan program unggulan baru berbasis lingkungan dan ketahanan pangan, yaitu pembelajaran tanaman buah dalam pot serta sistem hidroponik yang akan dipraktikkan langsung oleh siswa.
Dalam arahannya, Pengawas SMP Kabupaten Bandung H. Nana Supriatna menekankan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah yang harus berjalan sepenuhnya humanis, edukatif, dan sesuai ketentuan peraturan pendidikan yang berlaku. Hal ini demi menjaga kenyamanan, keamanan, dan semangat belajar para siswa baru. (Tanya/Id)***





