
KAB. BANDUNG, Bandumgpos. Id – Membangun rumah ibadah merupakan langkah strategis dalam membangun peradaban dan karakter bangsa. Komitmen luhur ini diwujudkan melalui prosesi peletakan batu pertama pembangunan Masjid As-Syifa yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan di lingkungan SMA PGRI Cicalengka, tepatnya di Jalan Raya Cicalengka–Majalaya KM 0,5, Desa Cikuya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis (9/7/2026).
Masjid ini dirancang dengan konsep dualisme fungsi yang sangat bernilai, yakni berfungsi sebagai sarana ibadah sekaligus pusat pembinaan keimanan. Keberadaannya tidak hanya melayani kebutuhan spiritual civitas akademika, tetapi juga terbuka bagi masyarakat luas, dengan visi utama melahirkan generasi muda yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan bertakwa.

Terwujudnya program mulia ini tidak lepas dari visi dan inisiatif luar biasa. Hj. Eni Sumarni, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, dikenal sebagai pengagas utama yang sejak awal dengan gigih memperjuangkan dan merealisasikan impian memiliki rumah ibadah di lingkungan sekolah ini.
Berkat dedikasi, ketekunan, dan kegigihan beliau dalam mengawal setiap proses, akhirnya visi membangun masjid dapat terwujud menjadi kenyataan. Semoga setiap tetes keringat dan ikhtiar tulus yang diberikan dicatat sebagai amal ibadah yang bernilai tinggi di sisi Allah SWT.
Melalui kesempatan yang sangat baik ini, Hj. Eni Sumarni juga menyampaikan ajakan hangat dan penuh harap kepada seluruh pihak, khususnya para Alumni (Aluni) SMA PGRI Cicalengka.
“Marilah kita bahu-membahu menyisihkan sebagian rezeki untuk menyempurnakan pembangunan masjid ini. Sedekah kita insya Allah menjadi amal jariyah yang pahalanya tidak akan terputus, serta menjadi warisan kebaikan yang abadi bagi anak cucu kita kelak,” ucapnya penuh harap.
Menyikapi hal tersebut, Kepala SMA PGRI Cicalengka, H. Wahid Djaharudin, S.Ag., M.Pd., menyambut gembira dan mendukung penuh inisiatif tersebut. Ia menilai kehadiran masjid sangat vital dalam membentuk insan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki ketenangan jiwa dan keluhuran budi.
“Masjid ini akan menjadi laboratorium akhlak terbaik yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pihak sekolah akan terus bersinergi dan memberikan dukungan penuh agar pembangunan ini selesai tepat waktu dan membawa berkah bagi lingkungan,” tegas H. Wahid Djaharudin.
Lebih lanjut ia menjelaskan, masjid ini dibangun di atas lahan berukuran 10×10 meter atau seluas 100 meter persegi dengan kapasitas yang mampu menampung sekitar 100 hingga 120 jamaah. Pembangunan ini ditargetkan dapat rampung dalam waktu 100 hari, sebagai bukti kesungguhan mewujudkan fasilitas ibadah yang representatif dan nyaman.
Semoga proses pembangunan berjalan lancar, selamat, dan segera berdiri kokoh. Menjadi tempat sujud yang menyatukan hati, mempererat tali persaudaraan, serta menjadi sumber kebaikan yang tak henti-hentinya bagi seluruh umat. Aamiin Ya Rabbal Alamin. ( Tanya/Id )***





