Bandung Raya

MTW MUI Rahmatul Ummah Kabupaten Bandung Gelar Kajian Syahriyyah Rutin Bulanan

0views

KAB. BANDUNG, Bandungpos.id – Dalam upaya memperkokoh ukhuwah Islamiyah serta memperdalam pemahaman keagamaan, Majelis Taklim Wanita (MTW) ​​MUI Rahmatul Ummah Kabupaten Bandung menyelenggarakan kegiatan Kajian Syahriyyah atau kajian rutin bulanan. Acara terbuka bagi masyarakat umum ini berlangsung di Masjid Agung Al-Fathu, Komplek Pemda, Soreang, pada Kamis (25/6/2026) bertepatan dengan momentum 9 Muharram 1448 H.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri utama yang sangat dikagumi masyarakat luas, yaitu KH. Dr.Atus Ludin Mubarok, M.Sy. Beliau merupakan Komisi Dakwah MUI Jawa Barat, sekaligus Penyuluh Agama Islam Kemenag Kabupaten Bandung dan Pengasuh Kajian Cahaya Qolbu TVRI, yang dikenal dengan gaya penyampaiannya yang santun, mendalam, dan komunikatif sehingga mudah dicerna oleh berbagai kalangan.

Dalam kesempatan yang berlangsung khidmat tersebut, KH. Dr. Atus Ludin Mubarok, M.Sy., menyampaikan materi kajian dengan tema “Reaktualisasi dan Asas Hijrah Rasulullah SAW”. Paparan ini mengupas tuntas makna filosofis serta nilai strategi dari peristiwa bersejarah yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat di era modern.

Beliau menjelaskan bahwa hakikat hijrah bukan sekedar perpindahan tempat, melainkan sebuah transformasi fundamental dari kondisi yang kurang baik menuju ke arah yang lebih sempurna dan membuahkan hasil. Konsep ini mengajarkan pentingnya keberanian untuk meninggalkan tradisi yang merugikan serta keteguhan untuk membangun sistem nilai yang lebih baik, adil, dan berkeadaban.

Lebih jauh lagi, konsep reaktualisasi dimaknai sebagai upaya terus-menerus untuk menghidupkan kembali semangat dan nilai luhur yang pernah ada pada masa Rasulullah SAW agar tetap relevan diterapkan. Hal ini menuntut umat untuk tidak hanya menjadi penonton sejarah, melainkan menjadi aktor yang mampu meneladani ketangguhan dan kecerdasan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Sementara itu, Ketua MTW MUI Rahmatul Ummah, Hj. Diah Siti Sa’diah, menegaskan bahwa penyelenggaraan acara ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan serta mempererat tali silaturahmi antar umat. Beliau juga berharap agar kegiatan kajian ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap hari Kamis minggu ke-4 setiap bulannya, demi kemaslahatan bersama.

Tidak hanya berhenti pada kajian rutin, di dalamnya juga ada komitmen untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat luas. “Insya Allah, ke depan kami juga akan mengadakan Seminar khusus yang membahas berbagai aspek kehidupan keluarga, guna memperkuat fondasi rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah,” ungkapnya.

Melalui berbagai program strategi ini, diharapkan masyarakat dapat menyerap ilmu yang bermanfaat sekaligus mempererat tali persaudaraan. Semangat hijrah ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya taat pada ritual, tetapi juga memiliki keutuhan yang tinggi dan mampu memberikan kontribusi nyata demi terwujudnya masyarakat yang madani dan sejahtera. ( Tanya/Id )***

Leave a Response