Bandung Raya

Perjuangan Almarhum Nafis Menjadi Sarjana di Fikom Unisba

14views

KAMIS SIANG, 25 Juni 2026, kabar duka menyelimuti keluarga besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Fikom Unisba). Muhammad Nafis Hanafi, mahasiswa angkatan 2022 yang baru lulus April lalu, berpulang ke rahmatullah setelah berjuang melawan penyakit autoimun yang dideritanya.

Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, sahabat, dan para dosen yang mengenalnya. Fikom Unisba kehilangan salah satu mahasiswa yang memberikan keteladanan dalam menempuh studi. Nafis meninggalkan sebuah pelajaran berharga tentang keteguhan hati, semangat menuntut ilmu, dan ikhtiar yang tidak pernah padam hingga akhir hayatnya. April lalu, Nafis berhasil menuntaskan salah satu impian terbesarnya menjadi seorang sarjana komunikasi.

Perjalanan menuju hari kelulusan tidaklah mudah. Penyakit autoimun membuat tubuhnya semakin lemah. Aktivitas yang dahulu biasa dilakukan harus berganti dengan hari-hari panjang di tempat tidur. Namun, sakit tidak pernah menghapus tekadnya untuk menyelesaikan studi.

Nafis memang dikenal sebagai mahasiswa yang tekun, baik, dan cerdas. Sayyidini Putri, teman seangkatannya, mengenang Nafis sebagai teman yang hangat, ramah, dan pendengar yang baik. Ia kritis dan fasih dalam diskusi mengenai isu-isu politik. Selama perkuliahan, ia juga dikenal sebagai mahasiswa yang peduli terhadap teman-temannya, terutama dalam membantu menyelesaikan tugas-tugas kuliah.

Jelang usia 24 tahun, Nafis telah berpulang. Namun kisahnya akan tetap hidup sebagai pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang nilai akademik, melainkan juga tentang keteguhan, kesabaran, dan harapan yang terus dijaga hingga akhir.

Tak heran, ketika kondisinya semakin menurun, satu hal yang terus ia sampaikan kepada keluarganya adalah keinginannya untuk lulus kuliah. Nafis kerap meminta agar pihak keluarga mengonfirmasi jadwal sidang skripsi. Mewakili keluarga, sang kakak, Suci, dengan penuh kesabaran dan ketelatenan menjalin komunikasi intensif dengan pihak fakultas hingga seluruh proses dapat disiapkan.

Pada 29 April 2026, sidang skripsi yang seyogyanya di kampus, telah disiapkan untuk dilaksanakan di kediaman orang tua Nafis di Lembang. Tentu tak ada podium, tak ada meja sidang seperti biasanya. Nafis yang terbaring sakit, tampak siap menyelesaikan amanah terakhirnya sebagai mahasiswa.

Sidang dipimpin oleh dosen pembimbing Dr. Muthiah Umar. Materi keislaman oleh Dr. Parihat Kamil, sedangkan materi skripsi diuji oleh Wadek Bidang Belmawa Santi Indra Astuti, Ph.D, dan Ketua Program Studi Dr. Tresna Wiwitan. Turut hadir Dekan Fikom Unisba, Dr. Rini Rinawati.

Suasana sidang berlangsung khidmat dan haru. Di balik tubuh yang melemah, Nafis menjawab setiap pertanyaan penguji dengan tenang dan penuh kesungguhan. Hari itu menjadi salah satu momen yang paling mengharukan bagi seluruh dosen yang hadir.

Alhamdulillah, Nafis dinyatakan lulus dengan predikat pujian (cum laude). Dalam waktu 3 tahun 7 bulan, ia berhasil menyelesaikan pendidikan dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3,71. Salah satu cita-citanya akhirnya tercapai.

Melalui keluarganya saat itu, Nafis juga menitipkan salam dan ucapan terima kasih kepada seluruh dosen yang telah membimbingnya selama masa perkuliahan.

Bagi banyak orang, wisuda adalah akhir dari sebuah perjalanan. Bagi Nafis, kelulusan saat terbaring sakit adalah kemenangan atas perjuangan panjang.

Ia membuktikan bahwa semangat belajar tidak selalu ditentukan oleh sehat atau sakitnya tubuh, melainkan kuatnya tekad untuk menyelesaikan amanah yang telah dimulai. Ia persembahkan kelulusannya bagi orang tua dan keluarga tercinta.

Jelang usia 24 tahun, Nafis telah berpulang. Namun kisahnya akan tetap hidup sebagai pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang nilai akademik, melainkan juga tentang keteguhan, kesabaran, dan harapan yang terus dijaga hingga akhir.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah Muhammad Nafis Hanafi, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan.

Selamat jalan, Nafis. Gelar sarjana komunikasi yang engkau perjuangkan dengan penuh pengorbanan menjadi saksi bahwa engkau tidak pernah menyerah.

Kegigihanmu dalam menuntut ilmu telah menjadi teladan bagi keluarga besar civitas akademika Fikom Unisba. Insya Allah, derajatmu tinggi dan mulia di sisi Allah SWT. Semoga Allah SWT menganugerahkan surga Firdaus untukmu. Aamiin.***

Leave a Response