DisabilitasMetro Bandung

Sebanyak 22 Pelaku UMKM Difabel Tumbuh Bersama dalam Program DIA KITA

12views

KOTA BANDUNG, Bandungpos,– Rabu 24 Juni 2026. Semangat kewirausahaan, kemandirian, dan inklusi ekonomi terasa kuat dalam kegiatan Business Matching dan Penguatan Kapasitas UMKM Difabel yang diselenggarakan oleh bank bjb bekerja sama dengan OJK Provinsi Jawa Barat dan DILANS Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Kantor OJK Provinsi Jawa Barat ini merupakan bagian dari program DIA KITA (Disabilitas Berdaya, Keuangan Inklusif Tercipta), sebuah inisiatif kolaboratif yang mendorong terwujudnya akses dan kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas dalam sektor jasa keuangan dan pengembangan usaha.

Sebanyak 22 pelaku difabel UMKM dan keluarga pendamping mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Para peserta mewakili beragam jenis usaha, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, fashion, konveksi, kopi, produk kreatif, produk daur ulang, hingga penyedia alat bantu mobilitas. Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi dan kreativitas yang besar untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi yang lebih inklusif.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pembekalan langsung dari para profesional Bank BJB mengenai berbagai aspek penting dalam pengembangan usaha. Materi yang disampaikan meliputi kewirausahaan, akses permodalan, kurasi produk UMKM, serta strategi pemasaran dan pengembangan pasar. Setiap sesi tidak hanya menghadirkan paparan materi, tetapi juga ruang diskusi yang aktif dan interaktif.

Menariknya, sebagian besar peserta telah memiliki pengalaman nyata dalam mengelola usaha mereka masing-masing. Oleh karena itu, diskusi berkembang menjadi ruang pembelajaran bersama yang kaya akan pengalaman lapangan. Para peserta berbagi cerita tentang tantangan membangun usaha, strategi bertahan dan berkembang, hingga cara menjangkau pelanggan dan memperluas pasar. Suasana yang hangat dan penuh semangat menunjukkan bahwa para pelaku UMKM difabel tidak hanya datang untuk belajar, tetapi juga untuk saling menguatkan dan membangun jejaring.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ketika akses terhadap pengetahuan, layanan keuangan, dan peluang usaha terbuka secara setara, penyandang disabilitas mampu tumbuh menjadi pelaku ekonomi yang produktif, inovatif, dan berdaya saing. Inklusi keuangan bukan sekedar menghadirkan layanan yang dapat diakses, tetapi juga memastikan bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraannya.

DILANS Indonesia menyampaikan apresiasi kepada OJK Jawa Barat dan Bank BJB atas komitmen yang terus ditunjukkan dalam mendorong ekosistem keuangan yang lebih inklusif. Kolaborasi ini merupakan langkah penting untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM difabel sekaligus memperluas akses mereka terhadap jaringan, informasi, dan peluang ekonomi yang selama ini belum selalu mudah dijangkau.

Melalui program DIA KITA, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usaha, memperkuat kemandirian ekonomi, dan menjadi bagian aktif dalam pembangunan. Karena pada akhirnya, inklusi bukan hanya tentang membuka pintu akses, tetapi juga tentang memastikan setiap orang memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkarya, dan berdaya.**( RM/BNN)

Leave a Response