Bandung Raya

Wujudkan Masyarakat Religius dan Aman, Polresta Bandung Gelar Pelatihan Baca Kitab Kuning

17views

KAB. BANDUNG, Bandungpos. Id — Dalam upaya memperkokoh ketahanan mental dan spiritual masyarakat, Polresta Bandung melalui jajaran Da’i Kamtibmas kembali menggelar program strategis berupa Pelatihan Baca Kitab Kuning Metode 5 Jam Bisa. Inisiatif mulia ini mendapatkan respon positif, sambutan hangat, serta harapan besar dari Kasat Binmas Polresta Bandung, Kompol Edi Pramana, A.Md., S.H., S.M., M.H., M.M., agar dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Komitmen tersebut dipertegas dalam audiensi yang dilakukan oleh panitia yang didampingi langsung oleh Ketua Da’i Kamtibmas Polresta Bandung, H. Atus Ludin Mubarok, M.Sy, di Ruang Kerja Kasat Binmas, Mako Polresta Bandung, Kamis (18/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa pelaksanaan kegiatan akan dilaksanakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Kompol Edi Pramana juga memberikan arahan dan masukan berharga kepada seluruh panitia. Beliau menekankan pentingnya persiapan yang matang dan terukur dalam segala aspek, mulai dari teknis pelaksanaan hingga administrasi, demi memastikan kegiatan berjalan lancar, tertib, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh peserta yang akan hadir.

Sementara itu, H. Atus Ludin Mubarok, M.Sy menjelaskan bahwa kegiatan ini digagas sebagai upaya konkret mencerdaskan umat dan melestarikan khazanah keilmuan Islam. Menyadari masih banyak masyarakat yang memiliki keinginan kuat untuk memahami kitab suci namun terkendala waktu dan metode, pihaknya menghadirkan sistem pembelajaran yang efektif dan praktis melalui terobosan “5 Jam Bisa”.

Program edukatif ini terbuka luas tanpa sekat, menyasar seluruh elemen masyarakat mulai dari kalangan remaja, pemuda, hingga orang tua. Melalui pembelajaran ini, ditanamkan nilai-nilai luhur seperti ukhuwah Islamiyah, toleransi, kejujuran, dan kedisiplinan. Tidak hanya berhenti pada teori keagamaan, materi yang disampaikan juga secara khusus menyisipkan pesan strategis terkait pencegahan kenakalan remaja, bahaya penyalahgunaan narkoba, serta penolakan terhadap paham radikalisme dan intoleransi.

Pendekatan spiritual ini diyakini sebagai jalan efektif dalam membangun karakter dan kesadaran hukum. Kehadiran institusi yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga edukatif dan humanis, mampu membangun kedekatan emosional serta kepercayaan publik yang semakin kokoh. Hal ini membuktikan bahwa individu yang berakhlak mulia dan shaleh secara otomatis akan menjauhi segala bentuk pelanggaran.

Sinergi yang kuat antara Polri sebagai fasilitator dengan para ulama dan elemen masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan. Dengan persiapan yang optimal dan semangat gotong royong, diharapkan kegiatan ini mampu mewujudkan Kabupaten Bandung yang semakin aman, damai, dan sejahtera. (Ask/Id)***

Leave a Response