Bandung Raya

Alasan KDS Bagikan Kain Kafan Tiap Tahun Baru Islam

24views

KAB. BANDUNG, Bandungpos. Id — Menjelang peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Bupati Bandung, H. Dadang Supriatna, kembali melanjutkan tradisi mulia dengan membagikan ribuan lembar kain kafan kepada masyarakat. Kegiatan yang telah menjadi ciri khas kepemimpinannya ini dilaksanakan di Dome Balerame Soreang, Senin (15/6/2026) malam, dengan menyalurkan bantuan tersebut kepada DKM masjid, pengurus wilayah, hingga elemen masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, sosok yang akrab disapa KDS ini menegaskan bahwa tradisi ini sama sekali tidak mengandung unsur mistis, melainkan merupakan sebuah media dakwah dan pengingat spiritual. Menurutnya, kain kafan menjadi simbol nyata akan hakikat kehidupan yang fana dan kepastian kematian yang menanti setiap insan, sehingga mendorong manusia untuk senantiasa bersiap diri dan meningkatkan ketakwaan.

“Pembagian ini bukanlah hal yang gaib, melainkan wujud kepedulian sekaligus pengingat bahwa hidup di dunia hanyalah sementara. Dengan mengingat kematian, kita diharapkan lebih giat beramal, berbakti kepada orang tua, serta menjaga kebersamaan,” ungkapnya dengan penuh kebijaksanaan.

Tradisi kemanusiaan ini sebenarnya telah dirintis oleh KDS sejak beliau masih menjabat sebagai Kepala Desa Tegalluar. Gagasan ini lahir dari keprihatinan mendalam saat melihat kesulitan warga dalam memenuhi kebutuhan mendesak saat ada keluarga yang meninggal dunia. Pengalaman tersebut memicu niat tulus untuk memastikan setiap rumah memiliki kesiapan, baik secara materi maupun mental.

Melalui pendekatan yang humanis ini, KDS berharap masyarakat dapat mengambil pesan moral yang mendalam. Kesadaran akan akhir hayat seyogyanya menjadikan pribadi yang lebih hati-hati dalam bertindak, bijaksana dalam mengambil keputusan, serta memperkuat semangat hijrah menuju kebaikan dan kebenaran.

Di akhir sambutannya, beliau berharap momentum pergantian tahun ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana introspeksi diri. Tradisi ini diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi, memperkokoh iman, serta menciptakan masyarakat yang selalu siap secara spiritual dalam menjalani roda kehidupan yang terus berputar. (Ask/Id)**

Leave a Response