Bandung Raya

Sinergi Iman dan Negara, Penyuluh KUA Cileunyi Jelaskan Keselarasan Pancasila dengan Al-Qur’an

33views

KAB. BANDUNG, Bnadungpos. Id. — Komitmen dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa terus ditunjukkan oleh jajaran Penyuluh Agama Islam di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cileunyi. Mereka hadir penuh dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Jalan Adipati Agung Nomor 42, Kecamatan Baleendah, Senin (1/6/2026), sebagai bentuk dukungan dan kepatuhan terhadap instruksi organisasi.

Kehadiran keenam personel tersebut mencerminkan soliditas dan kekompakan yang menjadi ciri khas KUA Cileunyi. Rombongan dipimpin langsung oleh KH. Atus Ludin Mubarok, S.Ag., M.Sy, didampingi oleh Hj. Iis Holisoh, S.Ag., Hj. Neneng Nur Aisah, S.H., Aip Saripuloh, S.Ag., Jajang Fuad, S.Pd.I., serta Naufal Fazri, S.H., yang bersama-sama memaknai momentum bersejarah ini dengan penuh kesungguhan.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Atus Ludin Mubarok yang akrab disapa Ahung menegaskan bahwa ideologi Pancasila bukanlah konsep yang terpisah dari ajaran agama. Sebaliknya, kelima sila yang menjadi dasar negara merupakan representasi nyata dari nilai-nilai universal yang sangat selaras dengan prinsip-prinsip keislaman.

“Pancasila hadir sebagai jembatan emas yang menyatukan visi kebangsaan dengan misi kenabian. Kelima sila tersebut memiliki kesesuaian yang sangat mendalam dengan berbagai dalil Al-Qur’an, menjadikannya landasan yang kokoh dan syahdu bagi kehidupan bernegara yang beradab,” ujar KH. Atus Ludin Mubarok.

Lebih jauh ia menjabarkan, Sila Pertama tentang Ketuhanan Yang Maha Esa selaras dengan konsep keesaan Allah dan kebebasan beragama sebagaimana tertuang dalam Surah Al-Ikhlas dan Al-Baqarah. Sementara itu, prinsip kemanusiaan dan persamaan derajat pada Sila Kedua diperkuat oleh firman Allah dalam Surah Al-Hujurat dan Al-Ma’idah yang menekankan keadilan dan persaudaraan.

Demikian pula semangat persatuan pada Sila Ketiga dan prinsip musyawarah pada Sila Keempat memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam untuk menjaga keutuhan dan mengambil keputusan secara bijaksana. Melalui pemaknaan yang mendalam ini, diharapkan masyarakat semakin menyadari bahwa agama dan negara berjalan beriringan menuju kemaslahatan bersama yang berkelanjutan. (Ask/Id)***

Leave a Response