
Oleh: Emeraldy Chatra
TIDAK banyak orang yang menyadari bahwa kehidupan di sebuah negara sangat dipengaruhi oleh energi kosmik. Dengan istilah lain: energi spiritual. Darri energi kosmik inilah muncul konsep energi positif dan negatif.
Dalam metafisika, energi kosmik adalah energi universal yang mengaliri seluruh alam semesta, termasuk tubuh manusia. Salah satu fungsi khususnya adalah menghubungkan manusia dengan sumber energi utama yang disebut energi alam raya atau energi semesta.
Energi kosmik yang bersemayam dalam tubuh manusia merupakan hasil induksi dari energi semesta. Namun manusia tidak sekadar menjadi objek: manusia juga menjadi faktor yang mengubah energi nurni dari alam raya menjadi energi positif dan negatif.
Dari konsep yang dijelaskan secara sederhana ini kita dapat memahami mengapa sebuah negara bisa menjadi makmur dan sebaliknya menjadi kacau-balau. Penjelasannya terkait dengan akumulasi energi positif dan negatif yang mengendap dalam tubuh warga.
Akumulasi energi negatif yang diproduksi tubuh warga negara adalah kekuatan negatif yang membuahkan kekacauan. Kebalikannya, akumulasi energi positif melahirkan kedamaian dan kemakmuran.
Tubuh-tubuh yang mengandung energi negatif adalah tubuh yang diselimuti kegelisahan, kecemasan, kemarahan, dendam, keserakahan, dan berbagai hasrat hewani yang berorientasi pada kenikmatan diri sendiri. Tak ada negara yang dapat selamat selama energi negatif seperti itu memancar dari mayoritas warga negara.
Dari perang Iran vs AMIS kita dapat pelajaran bahwa untuk menghancurkan sebuah negara tidak cukup hanya dengan senjata super canggih. Energi positif yang muncul dari tubuh-tubuh warga negara dapat menjadi benteng pertahanan yang sangat kokoh.
Dengan menyuburkan energi negatif di tubuh warga berarti musuh sudah membobol benteng pertahanan negara. Energi negatif membuat warga negara tidak lagi solid, saling sikut, bahkan saling bunuh, mudah berkhianat terhadap negaranya sendiri.
Oleh sebab itu, mudah sekali menghancurkan benteng pertahanan sebuah negara. Ciptakan saja segala sesuatu yang dapat membuat warga cemas, ketakutan, serakah, saling sikut sampai saling bunuh.
Elite global sangat mengerti konsep energi kosmik seperti ini. Karena itu jangan heran kalau mereka merancang berbagai kontroversi yang merusak kerukunan warga. Aneka sistem – ekonomi, politik, pendidikan, keamanan – yang meresahkan dan membuat kemarahan warga mereka ciptakan melalui agen-agen yang mampu menyusup sampai ke dalam istana penguasa tertinggi negara.*
* Emeraldy Chatra, kolumnis, aktivis literasi media dan sastra, alumnus S3 Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung, Ketua Prodi S2 Komunikasi Universitas Andalas (Unand), bermukim di Kota Padang, Sumatera Barat.





