DaerahKabupaten/Kota

Bachtiar Adnan Kusuma, Aktivis Literasi Perlu Strong Brand Kuasai Informasi

10views

KABUPATEN MAROS, Bandungpos--Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros menggelar Bimbingan Teknis Literasi Informasi yang resmi dibuka Selasa, Tgl 19 Mei 2026 oleh Bupati Maros Dr.H.A.S. Chaidir Syam, S.IP.M.H. Bimtek yang berlangsung pada Selasa, Rabu dan Kamis hari ini 21 Mei 2026 menghadirkan Tokoh Literasi dan Perbukuan Nasional Bachtiar Adnan Kusuma dengan Ketua Dewan Pendidikan Maros Muhammad Nur Jaya, dipandu Achmad Takbir Abadi.

Bachtiar Adnan Kusuma, dalam prolog materinya berjuluk” Ledakan Literasi Informasi dan Mindset Etika Digital” menegaskan kalau setiap aktivis pegiat literasi sebaiknya memiliki karakter dan kekhasan tersendiri dalam mewarnai kegiatan pengabdian di bidang literasi. BAK mengajak para aktivis pegiat literasi sebaiknya memiliki karakter dan khas tersendiri terutama dalam beraktivias di tengah-tengah masyarakat.

“ Jangan terjebab pada kegiatan-kegiatan generalis tanpa memerhatikan kekhasan spesialis yang mewarnai atribut literasi di berbagai bidang” kata Bachtiar Adnan Kusuma. Misalnya kata BAK, setiap aktivis literasi memiliki kemampuan handal terutama menguasai dan mempraktekkan Literasi Informasi di lapangan dengan kegiatan majemuk dan terukur.

Menurut Ketua Gerakan Pembudayaan Minat Baca Maros ini, dengan menciptakan strong brand bagi setiap aktivis literasi menjadi kekayaan tersendiri yang bisa diukur. Selain strong brand menjadi pondasi penting untuk membangun pengaruh positif juga upaya menekan maraknya hoaks dan opini tanpa data, fakta yang benar.

Nah, aktivis literasi hadir sebagai penuntun masyarakat agar lebih kritis, bijak, dan cerdas dalam menerima informasi. Karena itu, BAK menegaskan kalau gerakan literasi hari ini tidak cukup hanya aktif berkegiatan, tetapi juga harus mampu membangun citra yang kuat melalui konsistensi, kebermanfaatan dan nilai yang terus dijaga.

Menurut BAK dengan strong brand yang kuat, akan membentuk gerakan literasi tidak hanya dikenal publik, tetapi juga dipercaya dan mampu menjadi cahaya di tengah ledakan informasi yang semakin sulit dikendalikan.

Dalam teori Big Bang, misalnya kata BAKmenggambarkan bagaimana terjadi ledakan dahsyat hingga terbentuklah alam semesta. Seperti literasi telah terjadi ledakan informasi yang massif dan berdampak besar bagi peradaban manusia. Hal ini bukan sesuatu yang bisa dibuat dalam semalam, tapi sebuah hasil dari strategi dan pengalaman yang berulang. “ Maka dibutuhkan Strong Brand dan ciri khusus bagi setiap aktivis literasi” kata Bachtiar Adnan Kusuma di depan 50 orang aktivis literasi Maros.

Bachtiar Adnan Kusuma, kembali mempertegas kalau Strong Brand khusus penggiat literasi adalah kombinasi dari kejelasan identitas, konsistensi, dan kepercayaan yang dibangun para penggiat literasi secara terus-menerus dalam ranah produktivitas literasi. Aktivis literasi harus memiliki Strong Brand dalam setiap bidangnya dan ada yang bergerak dalam bidang kerelawanan, bidang perbukuan, bidang pendidikan, bidang pemberdayaan anak dan lainnya.

Karena itu, BAK mengajak para aktivis literasi agar memperkuat brand literasi kepada publik, selain membangun loyalitas yang kuat bagi sesama aktivis literasi juga membentuk kepercayaan dan nila-nilai di tengah masyarakat.

Di ujung materinya, BAK mengajak para peserta melakukan praktek baik langsung di lapangan dengan membagi peserta ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama diberi nama kelompok Chaidir Syam bertugas menelusuri buku karya bupati Maros di lantai satu Perpustakaan, kemudian salah seorang peserta melaporkan di depan peserta lainnya tentang informasi buku yang diperoleh di ruang baca perpustakaan Maros sekaligus mengurai dalam bentuk diksi lisan.
Sementara kelompok kedua bernama Muetazim Mansyur ditugaskan khusus melakukan praktek jurnalistik digital sebagai salah satu out put dari literasi informasi. Sejumlah peserta hadir, di antaranya Dr. Khaedir Makkasau, Harlin Ketua SMSI Kabupaten Maros, Kepsek Amiruddin, Erni Hendrayani, Forum Anak Maros, Relima dan para aktivis literasi dan pustakawan.**( RM/BNN)

Leave a Response