
Oleh: Ridhazia
PROGRAM prioritas Presiden Prabowo jadi ajang penipuan berkedok kemitraan, rekrutmen, dan izin dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi modus baru.
Diberitakan, sejumlah pengusaha katering, PNS hingga kiyai dan ustad pondok pesantren sudah menjadi korban dengan iming-iming investasi cepat sukses dan komitmen fee palsu.
Para penipu terlebih dahulu meminta uang muka (DP) dengan dalih mempercepat proses sertifikasi dapur resmi hingga pembangunan dapur SPPG.
Bahkan, pelaku penipuan menjanjikan pembangunan dapur di sejumlah pesantren dengan biaya mandiri yang dijanjikan akan diganti (reimburse), namun proyek tidak terealisasi sehingga merugikan miliar rupiah.
Lapor Polisi dan BGN
Jumlah penipuan atasnama BGN yang melaporkan kasus penipuan meliputi 13 pengasuh pondok pesantren di Jawa Barat yang melaporkan dugaan penipuan ke LBH PP GP Ansor.
Di Jawa Timur sedikitnya 24 pengusaha katering menjadi korban penipuan dengan modus diminta membayar uang administrasi sebesar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta.
Puluhan pengusaha katering lainnya juga dilaporkan menjadi korban penipuan serupa di Sumsel sudah melapor ke Polda.
Pendaftaran mitra program MBG selama ini dilakukan oleh BGN secara resmi dan selektif. Juga tidak menunjuk pihak ketiga apalagi memerintahkan pungutan uang atau biaya registrasi.*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





