Di Masjid Alfalah: Ustadz Hasanudin Teguhkan Rukun Islam, KH. Hariri Ingatkan Bahaya Lamunan

KAB. BANDUNG BARAT, Bandungpos.id – Masjid Jami Al Falah, Kampung Sinarjaya, kembali dikunjungi ratusan jamaah dalam pengajian akbar bulanan, Minggu (10/5/2026). Agenda rutin ini konsisten menjadi wadah pembinaan umat yang diminati berbagai kalangan, menandakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program keagamaan yang digagas DKM setempat.

Sesi pertama disampaikan oleh Ustadz Ceng Hasanudin Bunyamin dengan materi “5 Tiang Agama” atau Rukun Islam. Beliau menegaskan bahwa syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji adalah fondasi kokoh keislaman, bukan sekedar ritual. Ustadz Hasanudin mengajak jamaah untuk menyiarkan dan mempertahankan kualitas ibadah agar iman tetap tegak menghadapi tantangan zaman.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya keistiqomahan, khususnya dalam shalat dan zakat sebagai wujud ketaatan nyata. Pemahaman agama harus dibarengi tindakan yang konsisten, sebagaimana komitmen jamaah yang hadir. Pesan ini menegaskan bahwa agama menuntut disiplin dan aksi nyata, bukan sekedar teori tanpa implementasi.
Melanjutkan kajian, KH. M.Hariri AA., MA. mengangkat tema bahaya lamunan atau hayalan kosong. Menurut beliau, meski berharap itu baik, namun tenggelam dalam angan-angan tanpa usaha nyata merupakan penyakit hati yang memicu kemalasan. Hal ini berpotensi menjerumuskan seseorang pada kelalaian dalam menjalankan kewajiban agama.
KH. Hariri kebiasaan melamun dengan penurunan kualitas ibadah, seperti menunda shalat atau enggan bersedekah. Dengan gaya bahasa yang tegas, beliau mengajak jamaah mengubah imajinasi menjadi kerja keras dan ibadah produktif. Tanggapan jamaah sangat positif, menyadari pentingnya menjaga fokus pikiran demi kebaikan dunia dan akhirat.
Sementara itu, Ketua DKM Ustad Irwan Julianto mengapresiasi kelancaran acara dan kedalaman materi. Ia menilai kombinasi materi tentang fondasi agama dan peringatan bahaya kelalaian sangat saling melengkapi dan relevan bagi umat saat ini.
“Semoga kegiatan ini terus meningkatkan kualitas iman dan produktivitas warga. Masjid Al Falah diharapkan selalu menjadi pusat peradaban yang mencerahkan dan memberdayakan masyarakat Kabupaten Bandung Barat,” tutupnya. ( Tanya/Id) ***





