Kritik Cerdas Dilontarkan Netizen dan Bandung Heritage Terkait Penataan Kawasan Gebung Sate oleh KDM

BANDUNG, BandungPos.id – Komentar para netizen terkait proyek penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu kian kritis dalam menyikapi rencana proyek yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang lebih akrab disebut KDM Bapa Aing ini. Seperti dikutip dari infobandung kota yang terus mengalir deras bak air bah yang tak bisa dibendung, beberapa komen tersebut di antaranya:
Hiatus***: Rupa2 ajig , fokus ngonten Weh padahal mah😂
amrullahridho: Pak Gub Mulai mem budegkan diri
rahma_***: Apa sih urgensi bagus in terus Gedung sate !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
kntl18_**: ngarusakna ulah sakalian hiji hiji atuh
barcode****l: Benerkeun weh heeulaa jalan rusak, solokan di jeroken, galian ajg eweh nu bener
agungmerdi*******: Alus alus wae sih idenamah, ngan asa lebar weh duitna mending di pake ku ngabangun nu leuwih penting, contohna tangkal nu ngahalangan bahu jalan tuaran, tapi duka ketang anggaran sareng kewenangana sami henteu tah ?
Bahkan kritikan pedas dan tanpa tedeng aling-aling juga terlontar dari Ketua Bandung Heritage Aji Bimarsono di acara Diskusi Rencana Pembangunan Plaza Gedung Sate Ditinjau dari sisi Arsitektur, Budaya, dan Landscape, Kamis, (23/4/2026), di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jalan Perintis Kemerdekaan No.5, Kota Bandung.
Cacat dalam transparansi dan arah kebijakan
Aji menegaskan, pembangunan plaza di depan Gedung Sate tersebut bukan sekadar bermasalah secara teknis, tetapi juga sarat cacat dalam transparansi dan arah kebijakan. Selain itu Aji menilai proyek tersebut telah melampaui batas kewajaran penataan ruang, dan ada indikasi kuat perubahan konsep yang mengabaikan desain historis kawasan Gedung Sate.
“Ini bukan lagi sekadar penataan tapi pergeseran serius yang berpotensi merusak keaslian kawasan,” tegas Aji,
Bandung Heritage secara terbuka menuding proyek yang di gagas KDM atau Bapa Raja tersebut berjalan dengan cara yang “tidak jujur dan tidak transparan”. Untuk itu ia mendesak agar pengerjaan dihentikan sebelum terjadi kerusakan yang lebih besar pada kawasan cagar budaya nasional itu.
Menurut Aji intervensi pembangunan saat ini justru dinilai memutus struktur ruang. Padahal sejak awal kawasan Gedung Sate dirancang dengan poros monumental barat–timur yang tegas, khususnya melalui koridor Jalan Diponegoro.
“Jadi jika akses tersebut ditutup atau diubah, otomatis porosnya terputus. Ini bukan sekadar perubahan kecil, ini merusak logika ruang yang sudah dirancang sejak awal,” tegas Aji.
Aji menilai persoalan ini menyentuh aspek fundamental pelestarian. Padahal status cagar budaya nasional bukan label kosong, melainkan komitmen untuk menjaga keaslian.
“Kalau nilai keaslian itu dikurangi, maka kita sedang menggerus makna sejarahnya sendiri,” kata Aji.
Proses kebijakan tertutup
Kritik paling keras diarahkan Bandung Heritage pada proses kebijakan yang dinilai tertutup. Minimnya akses informasi publik serta absennya diskusi terbuka dengan ahli dinilai sebagai indikasi kuat adanya pengambilan keputusan yang tidak akuntabel.
Bandung Heritage mempertanyakan peran ahli sejarah yang seharusnya menjadi garda depan dalam setiap intervensi di kawasan bersejarah, dalam praktiknya, pelibatan mereka diduga hanya formalitas.
“Kalau hanya dilibatkan di atas kertas, itu bukan pelestarian, itu pembenaran administratif,” ujar Aji.
Konsep yang diusung mengejat setetika visual
Selain itu, konsep plaza yang diusung terlalu mengejar estetika visual modern yang dangkal, kawasan bersejarah berisiko direduksi menjadi sekadar latar foto tanpa narasi.
“Ada kecenderungan menjadikan ini ‘instagramable’, yang miskin makna, orang datang, foto, lalu pulang tanpa tahu sejarahnya,” ujar Aji.
“Kalau orientasinya hanya visual dan daya tarik sesaat, itu sama saja menjual sejarah secara murah,” sambung Aji.
Bandung Heritage ajukan tiga tuntutan
Untuk itu, Bandung Heritage mengajukan tiga tuntutan yaitu transparansi, akuntabilitas kebijakan, dan penghormatan mutlak terhadap keaslian kawasan.
“Jangan sampai pembangunan ini jadi contoh buruk, bagaimana warisan sejarah dikorbankan atas nama penataan,” pungkas Aji.
Terkait adanya gelombang aksi dari masyarakat ysng akan melakukan Class Action maupun Petisi terhadap KDM guna menolak penataan, penyatuan Gedung Sate dan Gasibu Bandung Heritage pun mendukung sepenuhnya demi kelestarian cagaqr budaya. ***





