Musik dan Budaya

 “Kalalalulukaku”: Sembilan Tahun Pencarian Diri 3Tricousti

13views

 

SundaNews (19/4/2026). Setelah hampir satu dekade tersimpan dalam ruang antara ekspektasi dan keraguan, 3Tricoustic akhirnya merilis karya paling personal mereka: Kalalalulukaku. Lagu ini bukan sekadar kisah tentang kehilangan seseorang, melainkan refleksi mendalam tentang kehilangan jati diri tentang bagaimana seseorang perlahan berubah dari sosok yang terbuka menjadi pribadi yang tertutup demi menyesuaikan diri dengan keadaan.

Ditulis langsung oleh vokalis AKBVRA KADVBRA, lirik dalam lagu ini terasa lugas, namun menyimpan lapisan makna yang terbuka untuk berbagai tafsir. Ia mengajak pendengar untuk menengok ke dalam diri, menemukan “setengah jiwa” yang mungkin pernah tertinggal di masa lalu, tergerus oleh relasi, tekanan, atau kompromi hidup.

Menariknya, lagu ini telah melalui beberapa fase rekaman dengan aransemen berbeda sebelum akhirnya menemukan bentuk yang paling jujur. Proses produksi final dimulai pada Februari 2026 di Xproyek Studio, menjadi titik temu dari sinergi kreatif tiga pilar utama 3Tricoustic: AKBVRA KADVBRA pada vokal, Yandi Juns pada bass sekaligus harmoni, serta Awiee sebagai sound engineer yang memberi karakter kuat pada perkusi.

Hasilnya adalah aransemen yang terdengar matang, elegan, hangat, dan jujur. Kalalalulukaku menjadi bukti bahwa waktu sembilan tahun bukanlah penantian yang sia-sia, melainkan perjalanan panjang menuju kedewasaan sebuah karya.

3Tricoustic: Merayakan Kesederhanaan yang Mengena

3Tricoustic lahir dari pertemuan sederhana di sudut sebuah kedai kopi pada 2026. Berangkat dari kesamaan visi, mereka sepakat menghadirkan musik yang tidak berisik namun mampu berbicara banyak. Nama 3Tricoustic sendiri mencerminkan tiga karakter berbeda yang berpadu menjadi satu energi musikal yang organik.

Mengusung format trio, mereka percaya bahwa musik tidak selalu harus megah untuk menyentuh hati. Dengan pendekatan minimalis, 3Tricoustic justru mengeksplorasi kekuatan kejujuran melalui petikan gitar, dentuman bass yang dalam, serta ritme cajon yang presisi.

Para Penggerak di Balik Suara

Akbar (Vokal & Gitar)
Sebagai pusat emosi dalam setiap lagu, Akbar menghadirkan vokal hangat dengan permainan gitar akustik yang dinamis. Cara bertuturnya dalam lirik menjadikan setiap lagu terasa intim dan personal.

Yandi Juns (Bass)
Fondasi harmoni yang kokoh. Permainan bass Yandi yang groovy sekaligus melodis memberikan dimensi dan kedalaman, menjadikan aransemen terasa utuh dan berkarakter.

Awiee (Cajon & Perkusi)
Penjaga ritme sekaligus energi. Ketukan cajon yang eksplosif namun terkontrol membuat setiap lagu hidup, menghadirkan dinamika yang menggerakkan pendengar.

Visi, Gaya, dan Ruang Ekspresi

3Tricoustic mengusung warna Acoustic Pop/Easy Listening dengan sentuhan pop dan folk. Fokus mereka adalah menghadirkan reinterpretasi baik lagu populer maupun karya orisinal dalam format yang lebih “telanjang” dan jujur.

Bagi mereka, musik bukan sekadar bunyi, melainkan suasana. Entah itu di panggung festival, pernikahan yang intim, hingga acara korporat, 3Tricoustic ingin menghadirkan pengalaman yang terasa dekat dan berkesan.

Menemukan Rumah dalam Musik

Dengan Kalalalulukaku, 3Tricoustic tidak hanya merilis lagu, tetapi juga membuka ruang dialog batin tentang siapa diri kita, dan apa yang tersisa setelah berbagai kompromi hidup.

Mereka percaya, pada akhirnya musik terbaik bukanlah yang paling keras terdengar, melainkan yang paling dalam terasa.

“Karena pada akhirnya, musik terbaik adalah yang mampu membuatmu merasa pulang.” (kin sanubary/sir)

Leave a Response