
SundaNews (18/4/2026). Bandung tetap menjadi salah satu barometer musik rock di Indonesia. Dari masa ke masa, kota ini melahirkan beragam band dan penyanyi yang mewarnai perjalanan musik nasional. Hingga kini, denyut rock di Kota Kembang terus hidup dan berkembang lintas generasi.
Menangkap semangat tersebut, Radio K-Lite FM menghadirkan Lite Rock Society melalui program musik Lite Rock. Inisiatif ini menjadi ruang bagi band-band rock di Bandung dan sekitarnya untuk memperkenalkan karya sekaligus membangun jejaring antarmusisi dan penikmat musik.
Program ini diinisiasi oleh host Lite Rock, Arif Rudiana dan Andi Muhaimin, bersama penggiat rock Ghowo Van Baros dari komunitas Rock Bandung–Cimahi. Diluncurkan pada 5 April 2026, Lite Rock Society mendapat respons positif. Sejauh ini, sembilan band telah bergabung, yakni Rain of Doom, Melandia, Backsight, Jlas, Back On Stag3, Blythed, Diktator, Sacrifice, dan SKRL, termasuk peserta dari luar kota seperti Bogor dan Subang.
Di tengah perkembangan teknologi, radio terus beradaptasi dengan memperluas jangkauan siaran melalui berbagai perangkat berbasis internet. Hal ini membuka peluang lebih besar bagi musisi untuk menjangkau pendengar tanpa batas wilayah.
Lite Rock Society diharapkan menjadi wadah efektif bagi musisi rock untuk berekspresi sekaligus memperkuat ekosistem musik di Bandung dan sekitarnya. Andi Muhaimin menyebut, program ini juga bertujuan mengembalikan peran radio sebagai corong bagi para musisi rock, khususnya para perintis.
Program ini diselenggarakan dan didukung sepenuhnya oleh Radio K-Lite FM, “Bandung’s Inspiring Sound.”
Rock tak pernah mati. Ia hanya berevolusi dan Bandung selalu punya cara untuk menjaganya tetap hidup. (kin sanubary/sir)





