
Oleh: Ridhazia
PERUNDINGAN Iran-AS gagal mencapai kesepakatan. Potensi konflik kedua negara tidak terhindarkan. Perang di sekitaran Teluk Persia bakal berkepanjangan.
Diberitakan, tiga agenda yang gagal disepakati dalam perundingan AS-Iran di Islamabad, Pakistan mencakup program nuklir Iran, Selat Hormuz dan “pengakhiran total perang di Iran”.
Nuklir
Iran tak sepakat menghentikan pengayaan uranium selama 20 tahun sebagai imbalan atas keringanan sanksi.
Selat Hormuz
Iran menolak membuka selat Hormuz karena menganggap jalur perdagangan tersebut bagian dari kedaulatan negara Iran.
Menang Perang
AS dan Iran menolak perdamaian karena kedua negara ini mengaklaim memenangkan perang sehingga tidak serius lagi untuk berdamai.
Sekuat itukah Iran?
Perundingan damai AS-Iran akan mengalami kebuntuan jika tidak melibatkan Cina dan Rusia.
Pertama, Cina dan Rusia sekutu strategis dan militer Iran. Sekaligus memiliki aliansi militer yang kuat.
Kedua, Cina dan Rusia adalah penjaga keseimbangan dominasi AS di Timur Tengah. Posisi kunci sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB (P5) yang memiliki hak veto.
Ketiga, Cina dan Rusia penopang ekonomi Iran selama isolasi Barat. Tiga negara bertetangga ini mitra dagang yang solid.
Cina khusus memasok keuangan Iran dari pembelian minyak mentah. Sedangkan Rusia penjaga keamanan Iran melalui pertukaran militer, logistik, dan teknologi persenjataan. *
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





