Olahraga

Rapat Pleno, Upaya Strategis Pencapaian Juara Peparda VII/2026

10views

 

Bandung – BANDUNGPOS.ID  : Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung, Yadi Sofyan, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menggelar rapat pleno sebagai langkah awal dalam mempersiapkan Kota Bandung menjadi tuan rumah ajang olahraga disabilitas,  Peparda VII/2026.

Ini juga menjadi momentum penting untuk merumuskan strategi pencapaian prestasi maksimal bagi kontingen Kota Bandung.

Rapat pleno tersebut digelar di The Kamalaya Hotel, Kawasan Dago atas, Kota Bandung, Kamis (16/4/20226), dan dihadiri oleh jajaran pengurus NPCI serta perwakilan cabang olahraga. Forum ini dimanfaatkan untuk menyatukan visi dan langkah dalam menyukseskan penyelenggaraan sekaligus memastikan kesiapan atlet menghadapi kompetisi.

“Sekarang kita menyelenggarakan rapat pleno yang membahas langkah-langkah dan strategi apa yang akan kita ambil untuk mensukseskan Kota Bandung sebagai tuan rumah sekaligus meraih prestasi sebagai juara umum,” ujar Yadi Sofyan.

Yadi menegaskan bahwa keberhasilan sebagai tuan rumah tidak hanya diukur dari aspek penyelenggaraan, tetapi juga dari capaian prestasi atlet. Menurutnya, kedua aspek tersebut harus berjalan beriringan agar memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga disabilitas di Kota Bandung.

“Keberhasilan penyelenggaraan dan pencapaian prestasi menjadi dua fokus utama yang harus berjalan seimbang,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, NPCI Kota Bandung menempatkan Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) sebagai prioritas utama dalam pembentukan kontingen. Binpres memiliki peran strategis dalam memastikan proses seleksi dan pembinaan atlet berjalan optimal sehingga menghasilkan tim yang kompetitif dan siap bersaing.

“Program kita saat ini diutamakan pada Binpres untuk pembentukan kontingen yang tangguh,” katanya.

Sebagai bagian dari proses penjaringan atlet, NPCI Kota Bandung akan segera menggelar seleksi dalam waktu dekat. Atlet yang lolos seleksi akan mengikuti pemusatan latihan cabang (pelatcab) yang direncanakan dimulai pada bulan Juni 2026.

“Di akhir bulan ini kita akan mengadakan seleksi, kemudian atlet yang terpilih akan kita godok sebelum memasuki pelatcab yang dimulai pada bulan Juni,” jelas Yadi.

Terkait jumlah atlet, NPCI Kota Bandung memperkirakan akan menyiapkan sekitar 250 atlet untuk mengikuti pelatcab. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan ajang Peparda sebelumnya yang hanya melibatkan sekitar 220 atlet, sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat kontingen.

“Estimasi kita ada sekitar 250 atlet yang akan mengikuti pelatcab. Ini merupakan penambahan dari Peparda sebelumnya yang berjumlah sekitar 220 atlet,” jelasnya.

 

Pembentukan kontingen

Itempat yang sama, Sekretaris Umum NPCI Kota Bandung, Djumono, menyampaikan bahwa pihaknya menggelar konsolidasi internal sebagai bagian dari persiapan pembentukan kontingen. Kegiatan ini melibatkan jajaran pengurus serta para pelatih guna menyatukan langkah dan strategi menghadapi ajang olahraga disabilitas mendatang.

Menurut Djumono, konsolidasi ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kebijakan organisasi dengan kebutuhan teknis di lapangan.

“Konsolidasi ini merupakan pertemuan antara pengurus NPCI Kota Bandung dengan para pelatih untuk mempersiapkan pembentukan kontingen yang lebih solid dan kompetitif,” ujarnya.

DJumono menjelaskan bahwa dalam sesi lanjutan, pengurus NPCI akan memaparkan berbagai kebijakan strategis yang dirumuskan oleh ketua organisasi. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan para pelatih sehingga program pembinaan dapat berjalan secara berkesinambungan.

“Pada sesi berikutnya akan dibahas kebijakan-kebijakan pengurus dan ketua untuk merumuskan apa yang diharapkan oleh para pelatih, sehingga program yang disusun dapat berjalan sejalan dan berkesinambungan,” jelas Djumono.

Selain itu, forum ini juga dirancang sebagai ruang dialog terbuka bagi para pelatih untuk menyampaikan berbagai masukan. Djumono menegaskan bahwa NPCI Kota Bandung sangat membutuhkan perspektif dari pelatih terkait kendala, target prestasi, hingga program pembinaan yang akan dijalankan.

“Kami ingin mendapatkan banyak masukan dari para pelatih, mulai dari kendala yang dihadapi, target yang ingin dicapai, hingga program yang akan dilakukan sampai dengan tahapan seleksi,” katanya. (den)***

 

 

 

Leave a Response