Musik & Budaya

Ngopi Sewarung: Presiden Prabowo Kehilangan Ruh

Ngopi Sewarung Presiden Prabowo Kehilangan Ruh

5views

Ngopi Sewarung

Presiden Prabowo Kehilangan Ruh

SAYA mendukung Presiden Prabowo saat Pilpres tahun 2024 kemarin dengan harapan ada kontinuitas (keberlanjutan) pembangunan yang sudah dirintis, dimulai, dan dilakukan oleh presiden sebelumya terutama oleh Presiden ke-Tujuh RI, Joko Widodo, sebagaimana konsep awal dan janji saat mendeklarasikan diri sebagai calon presiden. Yakni, pemerataan pembangunan infrastruktur, kemandirian dan keadilan ekonomi, membangkitkan potensi kekuatan kearifan lokal, kebangkitan kebudayaan nasional. Dan yang paling penting adalah meningkatkan supremasi negara Republik Indonesia dalam kancah pergaulan politik-ekonomi regional dan global. Menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara besar, mempunyai posisi strategis dalam geopolitik, kaya dengan berbagai sumber daya alam, bisa duduk sejajar dengan negara-negara besar lainnya, bisa menentukan nasibnya sendiri dan tidak bisa didikte oleh negara mana pun di dunia.. Saya berharap (dan juga umumnya rakyat Indonesia) Sang Jenderal Bintang empat ini bisa menjalankan amanah tersebut hingga suatu hari Indonesia benar-benar tumbuh menjadi negara adidaya baru, dianggap oleh dunia seperti yang sudah sebelumnya.

Namun, setelah lebih dari setahun Prabowo Soebianto menjadi presiden, banyak hal yang membuat orang mengernyitkan dahi. Begitu banyak langkah kebijakannya yang tidak membumi, seperti ada di atas awan, sulit dibaca ke mana arah pergerakannya. Mulai dari inkonsistensi soal langkah penghematan, pemborosan dalam program MBG, program koperasi desa, impor kendaraan mobil, pengadaan motor dalam jumlah yang fantastis. Itu semua membuat banyak orang menampar jidat. “Ini apa dan kenapa begitu?”

Belum lagi soal sikap politik luar negeri dan perlindungan keamanan negara. Tiba-tiba masuk Board of Peace (BoP), membuat pernyataan kontroversial soal status negara Israel, dan tidak menunjukkan sikap tidak Non Block dalam konflik di Teluk Persia. Kemudian banyak orang terkaget-kaget, “ini apaan?!”, sebuah ungkapan ketidakmengertian tentang apa sebenarnya yang hendak dilakukan oleh Presiden Prabowo di tengah konflik geopolitik yang semakin memanas.

Akhirnya, saya melihat apa yang terjadi dan dilakukan Presiden Prabowo ada semacam ke-terputusan atau sengaja memutus langkah-langkah pendakian sehingga saat ini sangat terasa sekali aura hilangnya ruh kekuatan spritualisme Nusantara di dalam pribadi seorang Prabowo dalam memimpin negara besar Republik Indonesia hari ini.

Pahami perasaannya

Uten Sutendy

Leave a Response