
Oleh: Bachtiar Adnan Kusuma

DALAM perjalanan menuju TK Bhayangkara yang letaknya di bilangan Jl.Lanto Daeng Pasewang, Maros, tetiba Thalita Dzakira Delafarsyah menolak turun dari mobil dan memilih ke Perpustakaan Ibu dan Anak Kabupaten Maros.
“Kakek, aku mau ke Perpustakaan Anak dan Mama” katanya.
Kami banting aduk menuju Perpustakaan Ibu dan Anak, seperti pilihan Thalita.
Mengapa Thalita memilih Perpustakaan Ibu dan Anak? Pemaparan saya sadar kalau Library Children’s adalah favoritnya sebagai tujuan destinasi buku sejak ia berusia tiga tahun.
Apa yang menarik dari Perpustakaan Ibu dan Anak Maros? Selain suasananya menarik, bersih, indah dan aksesoris plafon langit-langit atapnya seperti kita berada di Perpustakaan Lee Khong Chiang atau Library National Singapura di lantai dasar. Penuh permainan anak-anak(role play), bacaan anak, dan segala macam pernik perpustakaan berbasis anak.
Mengapa kita tidak menyediakan fasilitas ruang baca Anak dan Ibu ini dengan Baik? Kesadaran kolosal orang tua, kita gugah kembali. Ayo ke Perpustakaan Ibu dan Anak Maros, tak sekadar mengajak anak-anak, cucu dan ponakan, penting Ibu dan Ayahnya juga ikut membaca.
Adalah “Kyoka Mama” sistem pendidikan berbasis anak dan orang tua(Mama) ada di Perpustakaan Anak Kabupaten Maros. **Penulis Ketua Forum Nasional Oenggerak Perpustakaan, Pegerak dan Penggiat Literasi Nasional



