
Bandung – BANDUNGPOS.ID : Ketua Umum Pengprov Federasi Savate Indonesia (FSI) Jawa Barat Yuyu Wahyudiana menggelar seminar kepelatihan atau coaching clinic cabang olahraga savate di Raharjo Budokan Jalan Cisintok Kadumulya, Cihanjuang, Minggu (5/4/2026).
Menurut Yuyu, kegiatan ini intinya adalah menjalin silaturahmi, dilanjut dengan kegiatan peningkatan kompetensi para wasit dan juri serta para pelatih savate se-Jawa Barat. Saat ini ada 13 kabupaten/kota kepengurusan savate yang sudah teradministrasi ke KONI Jabar dari pengajuan awal 15 pengcab.
“Adapun jumlah peserta yang ikut coaching clinic sebanyak 40 orang, terdiri atas 20 orang juri dan 29 orang wasit,” ujar Yuyu disaat jeda coaching clinic.
Yuyu menegaskan, orientasi dari kegiatan in adalah pertama peningkatan kompetensi. Kedua, menambah wawasan para wasit itu sendiri. Karena Savate adalah olahraga baru jadi harus ditingkatkan wawasannya.
“Kegiatan ini baru pertamakali dilaksanakan karena selama ini hanya melalui zoom meeting. Dan coaching clinic ini baru pertamakali digelar disaat saya menjabat ketua Pengprov FSI Jabar,” kata Yuyu yang dilantik Desember 2025 untuk masa bakti 2025-2029.
Yuyu mengatakan, pengenalan olahraga Savate di masyarakat sudah cukup menyebar di 13 kabupaten dan kota. Olahraga Savate yang sudah masuk dan teradministrasi, diakui oleh KONI baik tingkat pusat maupun tingkat provinsi.
Adapun nara sumber dari kegiatan ini ketua umum FSI Pusat Ir. Eko Puji Raharjo dan Akuma.
“Kegiatan semacam ini adalah supaya Savate lebih dikenal oleh para wasit dan juri dan memahami aturan karena dari masing-masing pelatih ada dari cabang-cabang yang berbeda. Jadi kadang terbawa arus beladiri yang lama. Selain itu kegiatan ini dgelar dalam rangka menghadap event terdekat yaitu Porprov 2026 Jawa Barat,” ungkap Yuyu.
Yuyu mengatakan, savate ini sudah menjadi cabor Olympic Martial Arts bersama beladiri Olympic lainnya, seperti Karate, Judo, Sambo di World Combat Games.
“World Combat Games adalah salah satu event Sport Accord di bawah International Olympic Committee. Dan rencananya Indonesia meminta menjadi tuan rumah World Combat Games ini tahun depan di Jakarta, ujar Yuyu.
Yuyu menegaskan, Ini adalah suatu terobosan besar karena Olimpiade beladiri atau multi-event beladiri dunia itu bisa diselenggarakan di Indonesia. Karena di Indonesia sendiri sudah ada namanya yaitu Martial Art Games Indonesia, yaitu PON Beladiri.
“Jadi setahu saya, PON Beladiri itu adalah untuk nasional. Jenjang ke Asianya adalah AIMAG, itu Asian Indoor Martial Art Game. Sementara lingkup dunianya adalah World Combat Games,” tutur Yuyu..
Ditempat yang sama Sekretaris Umum FSI Jabar Dini Arianti mengatakan pada 28 April mendatang atlet-atlet Jawa Barat juga akan berangkat menuju Kejuaraan di Nepal, Kathmandu . Indonesia mengirimkan 23 atlet, salah satunya lima itu dari Jawa Barat.
“Nanti kita juga akan minta restu dari Ketua Umum KONI Jawa Barat, Pak Budiana, untuk bisa melepas atlet Jawa Barat ini menuju ke Kejuaraan Asia. Karena Kejuaraan Asia ini adalah bagian daripada babak kualifikasi menuju World Combat Games,” tutur Dini.
Dini mengatakan, untuk World Combat Games tahun 2027, Indonesia menjadi tuan rumah.
“Melalui Kemenpora dan KOI kemarin saya dengar ada rapat juga di sana bahwa World Combat Games kemungkinan besar akan dilaksanakan di Jakarta, Indonesia. Nah itu satu kebanggaan karena Indonesia bisa menjadi tuan rumah Martial Art Game multi-event,” tutur Dini. (den)***





