Uncategorized

Mendiktisaintek Saat Silaturahmi Idulfitri 1447 Unisba: Kekuatan Akademik Ditentukan oleh Sinergi Bersama

132views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Rektor Universitas Islam Bandung, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan Idulfitri sebagai momentum penting untuk mempererat ukhuwah akademik sekaligus meningkatkan semangat pengabdian demi kemajuan institusi dan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan dalam acara Silaturahmi Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar di Aula Unisba, Jalan Tamansari No. 1 Bandung, Jumat (27/3/2026).

Kegiatan bertema “Memperkuat Ukhuwah Akademik Menuju Kampus Berdampak dan Berdaya Saing Global” ini dihadiri oleh jajaran Badan Pengawas dan Pengurus Yayasan Unisba, pimpinan universitas, dekan, dosen, hingga tenaga kependidikan.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan ucapan selamat Idulfitri sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai positif hasil tempaan Ramadan.

“Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan untuk bersilaturahmi. Saya mewakili pimpinan universitas mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum, selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Ramadan merupakan sarana pembinaan diri yang harus terus berlanjut. Nilai kedisiplinan, semangat ibadah, serta pengabdian perlu diterapkan dalam aktivitas akademik sehari-hari.

Warisan Nilai Pendiri Unisba

Rektor juga mengingatkan pesan tokoh pendiri Unisba, KH E.Z. Muttaqien, agar sivitas akademika menanamkan karakter Mujahid (pejuang), Mujtahid (pemikir), dan Mujaddid (pembaharu).

Menurutnya, ketiga karakter tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kita harus menjadi pejuang, pemikir, dan pembaharu yang mampu memberi nilai tambah. Dengan demikian, Unisba dapat terus berkembang sebagai kampus yang berdampak bagi umat dan bangsa,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, tausiyah Idulfitri disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. yang hadir secara daring.

Ia menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual, tetapi proses pembentukan karakter yang harus berlanjut setelah bulan suci berakhir.

“Ramadan melatih kita menahan diri, mengendalikan ego, dan disiplin. Setelah Ramadan, kita harus menjadi pribadi yang lebih jujur, konsisten, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya nilai spiritual dan integritas dalam dunia akademik. Tanpa landasan ketakwaan, ilmu pengetahuan dan riset berisiko kehilangan arah.

“Ilmu bisa menyimpang, riset bisa tidak jujur, dan inovasi kehilangan keberkahan jika tidak dilandasi ketakwaan. Kampus berdampak harus menghasilkan insan yang cerdas sekaligus berkarakter,” jelasnya.

Kolaborasi Perkuat Ukhuwah Akademik

Selain itu, Mendiktisaintek menekankan pentingnya kolaborasi di lingkungan perguruan tinggi. Ia menilai bahwa kekuatan akademik tidak hanya ditentukan oleh individu, tetapi juga oleh sinergi bersama.

“Sering kali kita kuat secara individu, tetapi lemah dalam kolaborasi. Padahal ilmu berkembang melalui kerja sama. Ukhuwah akademik harus menjadi energi untuk menghasilkan dampak nyata,” katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Miftah Faridl, menegaskan bahwa silaturahmi Idulfitri bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari implementasi nilai keimanan.

Ia mengingatkan ajaran Rasulullah SAW tentang pentingnya memberi kepada yang tidak memberi, menyambung hubungan yang terputus, serta memaafkan kesalahan orang lain.

“Islam tidak mengajarkan dendam. Melalui silaturahmi, kita diajarkan untuk saling memaafkan dan memperkuat persaudaraan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, seluruh sivitas akademika Unisba diharapkan semakin mempererat kebersamaan serta meningkatkan dedikasi dalam membangun kampus yang berdampak bagi masyarakat dan mampu bersaing di tingkat global.(ask)***

Leave a Response