Musik & BudayaMusik dan Budaya

Ngopi Sewarung: Dunia Memanas Tuhan Bersama Kita 

Ngopi Sewarung: Dunia Memanas. Tuhan Bersama Kita 

191views

Ngopi Sewarung:

Dunia Memanas. Tuhan Bersama Kita 

IRAN  menolak perdamaian dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Perang di kawasan Timur-Tengah semakin terbuka. Kapal-kapal Perang Cina dan Rusia mulai merapat ke dekat Teluk Hormuz. Sementara ketegangan di Eropa semakin meningkat, efek sejumlah negara Eropa menolak membantu AS dan Israel dalam perang melawan Iran. Sikap haus perang Donald Trump semakin tak terkendali. Ancaman Perang Dunia Ketiga sudah di depan mata. Distribusi minyak akan semakin berkurang. Gejolak sosial mulai terjadi di hampir seluruh negara, menolak perang dan khawatir akan terjadi kelangkaan pangan.

Di dalam negeri defisit anggaran negara terus meningkat. Harga BBM kemungkinan naik. Masyarakat mulai memprotes pemborosan anggaran dan sikap politik luar negeri Presiden Prabowo. Mahasiswa mulai bergerak kemungkinan akan turun ke jalan dalam skala besar, memprotes keberpihakan Indonesia ke Amerika dan pemborosan anggaran program MBG, koperasi merah putih, impor mobil dan perjanjian dagang dengan AS. Angkatan bersenjata sudah siaga satu. Pertanda situasi dunia dan Indonesia sedang panas. Sesuatu yang besar akan terjadi, yang akan mengubah peta dan wajah dunia serta Indonesia di masa depan. Semua harus siap menghadapi. Tuhan selalu ada di dalam setiap individu dan bersama kita.

Selaras

Jangan melarang dan menentang siapapun dan apapun yang menurut kita berbeda pandangan pemikiran, cara berfikir, cara berTuhan, dan beribadah atau cara beragama. Biarkan semuanya berjalan selaras (kecuali jika siapapun dan apapun itu mengancam kehidupan kita).Lakukan saja sesuatu yang lebih baik dari apa yang menurut kita berbeda. Lalu biarkan semesta bertugas mengevaluasi. Jika apa yang kita lakukan lebih baik, lebih selaras, yang berbeda itu akan dengan sendirinya pergi atau menghilang. Begitulah cara hukum semesta bekerja.

Pahami perasaannya

Uten Sutendy ( Budayawan Banten)

Editor : Rianto Muradi

Leave a Response