Sosialisasi Pokdarwis Kampung Wisata Kreatif (KWK) Literasi Kelurahan Sukamulya Cinambo Kota Bandung
apat Koordinasi (Rakor) dan sosialisasi Pokdarwis Kampung Wisata Kreatif (KWK) Literasi pada Selasa, 10 Februari 2026, bertempat di Aula Kelurahan Sukamulya.

KOTA BANDUNG, BANDUNGPOS--Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) dan sosialisasi Pokdarwis Kampung Wisata Kreatif (KWK) Literasi pada Selasa, 10 Februari 2026, bertempat di Aula Kelurahan Sukamulya.
Kegiatan ini menjadi momentum strategi dalam membuka wawasan dan memperkuat pemahaman pengurus Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) terkait pengembangan KWK Literasi sebagai program kerja ke depan, melalui kolaborasi bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung.
Rakor oleh Camat Cinambo yang disampaikan oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat kec Cinambo, Samiaji, S.IP, MM,
Lurah Sukamulya, Irpan Kurnia, S.sos, Yayah Sumiyati, S.IP., M.Si. Ketua Bidang Kepariwisataan Kota Bandung, Arie Astuti PR.,S,IP.,M.AP. Kasi. Tim Perberdayaan Masyarakat Pariwisata, dan Lia Afrizal., SE, MM. Akademisi STIEPAR YAPARI.
Kampung Wisata Kreatif Literasi ini diketuai oleh Rd. Nonih Suarsih, S.Pd., yang berkomitmen dalam menggerakkan potensi literasi dan kreativitas masyarakat.
Dalam Berbagai Yayah Sumiyati, S.IP., M.Si. sebagaimana Kabid Disbudpar menekankan bahwa destinasi wisata tidak dapat dibangun secara parsial, melainkan harus melalui kolaborasi satu kelurahan secara utuh demi mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Kekuatan destinasi terletak pada sinergi dan identitas yang jelas,” ungkapnya.
Lia Afrizal., SE, MM, memaparkan sejumlah poin penting untuk memperkuat arah pengembangan KWK Literasi, di antaranya: identitas membangun dan Simbol. Kawasan Literasi harus memiliki simbol dan penanda yang mencerminkan literasi, seperti mural edukatif, papan informasi tematik, sudut baca, hingga instalasi kreatif yang memperkuat karakter kampung literasi.
Menyusun Konsep yang Bercerita :
KWK Literasi harus dirancang agar mampu “bercerita” tentang nilai, sejarah, potensi, dan kreativitas warga. Konsep ini menjadi daya tarik utama yang membedakan Sukamulya dari destinasi lainnya.
Menggali Potensi dan Menentukan Tema Besar
memerlukan satu tema kuat yang menjadi benang merah pengembangan kampung, berbasis potensi lokal yang dimiliki masyarakat, tambah Lia.
Kolaborasi dengan SDM Berpotensi:
Sinergi dengan tokoh masyarakat, pelaku UMKM, komunitas literasi, dan unsur pendidikan menjadi kunci agar kampung wisata benar-benar berdaya, tegas Lia.
Pemberdayaan Karang Taruna sebagai Pemandu Wisata
Generasi muda didorong untuk berperan sebagai pemandu, menjadi representasi kampung yang ramah dan komunikatif.
Selain itu, ditekankan juga penerapan prinsip Sapta Pesona (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan) sebagai fondasi pengelolaan destinasi. Pokdarwis memiliki tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan nyaman bagi pengunjung.
Melalui Rakor ini, diharapkan pengurus Pokdarwis semakin siap menjadikan Kampung Wisata Kreatif Literasi sebagai program kerja prioritas yang terarah, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kelurahan Sukamulya.
Pokdarwis Kampung Wisata Kreatif (KWK) Literas Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cinambo optimis, dengan kepemimpinan Rd. Nonih Suarsih, S.Pd. dan dukungan Disbudpar, KWK Literasi akan tumbuh menjadi destinasi kreatif yang beridentitas, berdaya, serta memukau Kota Bandung.
Kegiatan ini dihadiri juga oleh Babinkamtibmas, ketua PKK kelurahan, Ketua LPM Kelurahan, Ketua Karang taruna Kelurahan, para ketua RW, Ketua RT dan Pegiat Literasi masyarakat yang semuanya masuk kepengurusan Pokdarwis KWK Literasi Sukamulya Cinambo dengan ketua terpilih Nicky Puspitasari, M.Pd. ** (Nita Juniati, S Sos/BNN)





