Kolom Sosial Politik

Petaka Guru

208views

 

Oleh: Ridhazia

APA  yang dialami guru SD di Muaro Jambi Tri Wulansari yang ditetapkan sebagai sebagai tersangka — karena mencukur rambut pirang muridnya — menambah daftar petaka para guru di negeri ini.

Burnout

Kasus tersebut memicu perdebatan, apakah ini kriminalisasi guru atau ada hal lain yang terkait psikososial. Yakni,
interaksi kompleks antara aspek psikologis dengan aspek sosial lainnya.

Setidaknya para pendidik terjebak bournot yaitu kelelahan emosional, fisik, dan mental kronis yang menimpa para guru.

Penyebabnya bisa karena stres pekerjaan yang berkepanjangan, semisal perasaan kewalahan tugas pekerjaan yang berbanding terbalik dengan upah.

Kasus Guru

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat bahwa guru dan tenaga kependidikan merupakan salah satu pihak yang dominan menjadi pelaku kekerasan.

Hal itu berdasarkan analisis dari 601 kasus kekerasan di satuan pendidikan hingga bulan November 2025. Angka ini melebihi tahun 2024 dikisaran 573 kasus.

Sekolah Tidak Ramah

Sedangkan dalam analisis versi Federasi Guru Indonesia, kalau angka kekerasan di sekolah yang melibatkan guru karena faktor lingkungan sekolah yang semakin tidak ramah dan aman.

Selain disokong oleh relasi guru-murid yang semakin memburuk. Ditambah hubungan sekolah, khususnya kepala sekolah dengan orangtua murid yang terlalu transaksional.*

*Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response