Olahraga

Taekwondo Kota Bandung Berkomitmen Dukung Bandung Utama

194views

 

Bandung, BANDUNGPOS.ID – Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo Indonesia (TI) Kota Bandung, Dedi Heryadi  mengungkapkan bahwa persoalan anggaran masih menjadi tantangan utama bagi cabang olahraga dalam menjaga dan meningkatkan prestasi.

Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen mendukung visi Bandung Unggul dan Bandung Utama melalui pembinaan atlet yang berkesinambungan.

“Saya menilai permasalahan masih ada disoal anggaran. Sebagai cabang olahraga, kita berharap permasalahan ini harus menjasi solusi bersama demi Bandung Unggul dan Bandung Utama, cabang olahraga juga harus mendapat dukungan dari KONI,” ujar Dedi, Selasa (30/12/2025) di Bandung.

Menurutnya, cabang olahraga tidak mungkin berjalan sendiri tanpa dukungan dan sinergi dari KONI. Keterbatasan sumber daya manusia (SDM)  membuat kerja sama menjadi kunci agar pembinaan atlet tetap berjalan optimal.

Namun, ketika dukungan belum sepenuhnya terpenuhi, Pengcab Taekwondo Kota Bandung memilih tetap berjuang dengan kemampuan yang ada.

“Kita jujur saja tidak mampu kalau berdiri sendiri. Cabang olahraga harus ada dukungan dari KONI. Harus bersinergi dan kerja sama. Tapi ketika salah satu aspek belum bisa diharapkan, kita (taekwondo kota Bandung) tetap berjuang mempertahankan prestasi,” ujarnya.

Dedi menegaskan, pihaknya terus berupaya mencari sumber pendanaan alternatif demi menjaga motivasi atlet. Berbagai langkah dilakukan agar para atlet tetap fokus berlatih dan tidak kehilangan semangat meski menghadapi keterbatasan anggaran.

“Kita semaksimal mungkin mencari dana untuk men-support anak-anak supaya motivasi mereka tetap terjaga,” ucap Dedi.

Salah satu upaya nyata tersebut terlihat pada keikutsertaan Taekwondo Kota Bandung dalam ajang Gubernur Cup yang digelar di Bekasi pada 27–28 Desember 2025. Dedi mengakui, keikutsertaan tersebut membutuhkan biaya besar, namun tetap diprioritaskan demi menjaga eksistensi dan jam terbang atlet taekwodo kota Bandung.

“Kita tetap harus hadir di Gubernur Cup. Waktu itu kita juga mendapat dukungan dana dari PKS , sehingga kita bisa mengirimkan tim,” ungkap Dedi.

Dalam kejuaraan tersebut, Taekwondo Kota Bandung mengirimkan sekitar 50 persen dari kekuatan atletnya. Dari total 24 nomor pertandingan, Bandung mengikuti 12 nomor, dengan total 13 atlet yang diturunkan. Strategi ini dilakukan karena sebagian atlet andalan masih disiapkan untuk agenda kejuaraan lain.

“Dari 24 nomor, kita kirim 12 nomor saja. Atlet andalan lainnya belum kita turunkan,” ujar Dedi.

Meski tampil dengan kekuatan terbatas, hasil yang diraih dinilai melampaui target awal. Dari 12 nomor yang diikuti, Taekwondoin Kota Bandung berhasil meraih enam medali emas dan enam perak, melebihi target awal yang hanya membidik lima emas.

“Target awal kita hanya lima emas, ternyata bisa dapat enam emas dan enam perak. Prestasi yang patut disyukuri karena melebih target,” katanya.

Dedi menambahkan, hasil tersebut semakin bernilai karena taekwondo Kota Bandung tidak menurunkan tim penuh, berbeda dengan daerah lain seperti Kota Bogor yang tampil dengan kekuatan penuh.

“Kita ini benar-benar murni, anak-anak didukung penuh Pengcab Taekwondo Kota Bandung. Dengan kondisi seperti itu, hasil di Gubernur Cup rasanya pantas disyukuri,” ucap Dedi. (den)

Leave a Response