
Oleh: Ridhazia
MIMPI buruk panjang bagi rakyat Israel dan Palestina kini berakhir setelah dua tahun perang yang meluluhlantakkan Jalur Gaza dan mengguncang kawasan Timur Tengah.
Dua musuh bebuyutan, Israel dan Hamas, memulai babak baru menuju perdamaian setelah dua tahun berperang.
Pada Senin (13/10/2025) waktu setempat, Hamas menyerahkan kelompok terakhir dari sandera Israel yang masih hidup. Pun, Israel membebaskan ribuan tahanan Palestina.
Pembebasan itu menandai akhir konflik dan sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata yang difasilitasi Amerika Serikat.
Sireni Tak Berbunyi
Presiden AS Donald Trump, yang memimpin upaya diplomatik tersebut, mengumumkan yang secara resmi berakhirnya perang dalam pidato di Knesset, parlemen Israel.
“Langit kini tenang, senjata sudah berhenti, sirene tidak lagi berbunyi, dan matahari terbit di Tanah Suci yang akhirnya damai,” kata Trump.
Maknanya, mimpi buruk panjang bagi rakyat Israel dan Palestina kini berakhir.*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.


