Bandung Raya

Sinergi PWK Unisba dan BAPPERIDA Kota Bandung Wujudkan Profil Kewilayahan Rancasari Berbasis Aplikasi Laci RW

251views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui Program Kampus Berdampak Tahun 2025 ini, PWK Unisba menjalin kerja sama strategis dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bandung untuk melaksanakan proyek bertema “Penyusunan Profil Kewilayahan Menggunakan Aplikasi Laci RW di Kecamatan Rancasari.”

Sebanyak 45 mahasiswa dan 10 dosen turut terlibat aktif dalam kegiatan ini. Kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat pengelolaan data kewilayahan secara partisipatif dan berbasis masyarakat, sejalan dengan semangat pembangunan desentralisasi di tingkat Rukun Warga (RW).

Aplikasi Laci RW (Layanan Catatan Informasi Rukun Warga) berfungsi sebagai sistem pencatatan data kewilayahan yang terintegrasi. Melalui aplikasi ini, setiap RW dapat menyusun Profil RW yang berisi data sosial, ekonomi, lingkungan, hingga infrastruktur wilayah secara menyeluruh. Profil tersebut menjadi dokumen penting dalam penyaluran Program Prakarsa (Program Akselerasi Kewilayahan Bandung Utama) — salah satu program unggulan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Dengan adanya profil kewilayahan yang tersusun di Laci RW, Pemerintah Kota Bandung memperoleh gambaran komprehensif mengenai potensi, tantangan, dan kebutuhan di tiap wilayah. Data tersebut menjadi dasar penting untuk merancang kebijakan dan program pembangunan yang lebih tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan.

Dalam praktiknya, mahasiswa Program Kampus Berdampak PWK Unisba berperan aktif di berbagai tahap kegiatan, mulai dari pendampingan pendataan di tingkat RW, pelatihan penggunaan aplikasi Laci RW bagi perangkat kewilayahan dan warga, hingga analisis data serta penyusunan rekomendasi pembangunan berdasarkan hasil Profil RW.

Lewat kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengumpulkan data, tetapi juga terlibat langsung dalam proses perencanaan pembangunan berbasis bukti (evidence-based planning). Program ini menjadi contoh sinergi nyata antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam menciptakan inovasi pembangunan kota yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Harapannya, kerja sama antara PWK Unisba dan Bapperida Kota Bandung ini dapat terus berlanjut dan memperkuat kontribusi kedua pihak dalam mewujudkan Kota Bandung yang unggul, inklusif, dan berdaya saing tinggi melalui pembangunan yang berbasis data kewilayahan.(sani/bnn)

Leave a Response