Perpustakaan Fala-Gaku Apresiasi Balai Bahasa Maluku Utara, Perkuat Gerakan Literasi di Halmahera Selatan
Perpustakaan Fala-Gaku Apresiasi Balai Bahasa Maluku Utara, Perkuat Gerakan Literasi di Halmahera Selatan


Perpustakaan Fala-Gaku Apresiasi Balai Bahasa Maluku Utara, Perkuat Gerakan Literasi di Halmahera Selatan
HALMAHERA SELATANA, BANDUNGPOS – Perpustakaan Fala-Gaku yang berlokasi di Desa Bobo, Kecamatan Mandioli Utara, Halmahera Selatan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara atas dukungan dan perhatian yang diberikan dalam kegiatan penguatan komunitas literasi.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pengurus Fala-Gaku untuk semakin mengokohkan gerakan membaca dan menulis di masyarakat. Dukungan yang diberikan oleh Balai Bahasa diyakini mampu mendorong semangat para pegiat literasi, sekaligus memperluas jejaring antar komunitas literasi di Maluku Utara.
“Atas nama pengurus Perpustakaan Fala-Gaku, kitorang mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara. Kegiatan ini memberikan ilmu, pengalaman, dan semangat baru untuk terus menggerakkan literasi dari desa hingga kabupaten. Literasi adalah bekal generasi berkelanjutan untuk masa depan Halmahera Selatan,” ujar Asri S. Gosora, Pendiri Perpustakaan Fala-Gaku, usai mengikuti kegiatan.
Hal senada disampaikan oleh Risnawati Rabul, Sekretaris Perpustakaan Fala-Gaku. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya membuka wawasan baru, tetapi juga memperkuat keyakinan bahwa literasi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, banyak hal yang kami dapatkan, mulai dari pengetahuan baru, pengalaman, hingga jejaring bersama komunitas literasi lainnya. Semua ini akan kami kembangkan agar budaya membaca dan menulis semakin melekat di tengah masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda,” ungkap Risnawati.
Perpustakaan Fala-Gaku hadir dengan semangat “Cerdas Generasiku, Maju Desa Bobo”. Fala-Gaku yang berarti “rumah tinggi” bukan hanya sekedar ruang penyimpanan buku, tetapi juga pusat kegiatan literasi, ruang berkumpul, sekaligus sarana pelestarian budaya lokal. Keberadaannya telah memberikan dampak nyata bagi warga desa, terutama dalam menyediakan akses belajar bagi anak-anak sekolah dan masyarakat umum.
Kehadiran Fala-Gaku di Desa Bobo tidak lepas dari tekad pendirinya, Asri S. Gosora, yang sejak masa kuliah sudah berkomitmen membangun gerakan literasi di kampung halamannya. Kini, dengan dukungan sekretaris dan para lawan, Fala-Gaku terus berkembang sebagai wadah pembelajaran bersama.
Seperti yang diharapkan, kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara tidak berhenti di satu kegiatan saja, melainkan terus berlanjut melalui program berkesinambungan yang mampu memperkuat gerakan literasi di Halmahera Selatan.
“Harapan kami, dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, literasi bisa benar-benar menjadi budaya. Dari masyarakat desa kecil seperti Bobo, kami ingin menunjukkan bahwa gerakan literasi bisa tumbuh dan memberi inspirasi bagi daerah lain,” tutup Asri S. Gosora. **(Pres Man/BNN)





