
Bandung, BANDUNGPOS.ID – “Saya berharap di Peparda 2026 di Kabupaten Indramayu, kontingen kota Bandung tampil menjadi juara umum. Tadi ketua umum NPCI mengatakan akan melatih dengan sekuat tenaga. Dengan latihan yang keras dan penuh disiplin kemudian akan merekrut atlet-tlet terbaik SLB di kota Bandung, insya allah kita juara umum,”ujar Wakil Walikota Bandung H. Erwin SE,M.Pd pada acara Pengukuhan Kontingen Pemusatan Latihan Cabang (Pelatcab) NPCI Kota Bandung 2025 Menuju Peparda VII 2026.
Acara pengukuhan dilaksanakan di GOR Pajajaran Bandung, Selasa (26/8/2025). Selain Wakil Walikota Bandung, tampak hadir Kadispora Sigit Iskandar, Ketua National Paralympik Committee Indonesia (NPCI) Jabar Hary Susanto dan Ketua KORMI Kota Bandung Erick M. Zaky Anggara.
Erwinpun menegaskan soal dukungan dana yang akan diberikan kepada NPCI Kota Bandung. Tahun ini dana sebesar Rp.4 Miliar – ujar Erwin, akan segera digelontorkan.
“Lewat Pak Kadispora dukungan dana akan segera dicairkan. Dukungan ini (dana) saya kira akan mewujudkan optimisme 100 persen menjadi juara umum (Peparda). Selain itu dukungan doa pun penting. Nu penting mah doa heula (Yang penting berdoa dulu) baru kemudian semangat,” tutur Erwin.
Erwin merasa bangga dengan pengukuhan Pelatcab, atletpun penuh semangat. Tentunya hal ini menjadi sinyal untuk memberikan yang terbaik di pentas Peparda VII/2026.
“Saat Peparda di Bekasi, saya mendapat banyak complain menyangkut masalah makanan dan penginapan. Saya tidak mau ada kejadian lagi masalah hotel yang dipindah-pindah. Kemudian masalah makanan, harus benar-benar yang bergizi. Waktu saya menjadi anggota Dewan, saya dibuat prihatin saat berkunjung ke Bekasi,” ungkap Erwin.
Erwin berharap NPCI mampu memberikan yang terbaik untuk Kota Bandung. Menyinggung seandainya ada pergeseran tuan rumah dari Kabupaten Indramayu ke Kota Bandung, Erwin menyambut antusias seandainya hal tersebut menjadi kenyataan.
“Wah bagus sekali. Kota Bandung mah siap kapan saja. Bandung kota kembang, Ibukota Jawa Barat, harus siap segalanya. Pokoknya harus yang terbaik,” tegas Erwin.
Ditempat yang sama Ketua Umum NPCI Kota Bandung Yadi Sofyan sepakat dengan statemen Wakil Walikota menyangkut keinginan menjadi juara umum Peparda VII/2026.
“NPCI Kota Bandung siap bangkit, lawan dan menang di Peparda tahun depan. Strateginya antara lain mulai melakukan pelatihan sentralisasi untuk 300 atlet dan ditahun depan akan kita bina 400 atlet selama 10 bulan. Akan kita lengkapi sarana dan prasarananya. Kemudian vitaminnya dan hal lain untuk mendukung prestasi,” papar Yadi.
Yadi mengatakan ditahun depan NCPI Kota Bandung butuh anggaran yang lebih besar. Hal ini sudah disampaikan kepada Walikota dan Wakil Walikota.
“Untuk anggaran tahun depan, saya optimis bisa lebih besar dari anggaran tahun ini yang sebesar Rp.4 miliar. Anggran tahun depan harus maksimal karena sudah mulai dibentuk kontingen yang berjumlah 400 orang. Adapun soal promosi dan degradasi, tetap akan dilakukan karena kita benar-benar ingin atlet yang terbaik,” ujar Yadi.
Disisi lain Sekretaris Umum NPCI Kota Bandung Djumono mengatakan, pengukuhan Pelatcab yang dilakukan sudah termasuk tes kesehatan didalamnya. Dua seremoni penting ini kian menambah semangat atlet, pelatih dan pengurus NPCI Kota Bandung dalam menyongsong gelaran Peparda VII/2026.
“Dengan 17 cabang olahraga, insya allah kita bakal yang terbaik, apalagi NPCI Kota Bandung menampilkan atlet paling banyak dibanding daerah lain. Hal ini harus berbanding lurus dengan perolehan medali emas yang juga harus banyak agar menjadi juara umum,” ujar Djumono.
Soal faktor non teknis, Djumono menegaskan faktor tersebut telah diantisipasi. Karena lewat faktor non teknislah seringkali Kota Bandung dikalahkan.
“Dari sekarang kita berkoordinasi dengan panitia, khususnya NPCI dan Dispora Jabar sehingga kekurangan di Peparda VI/2022 bisa diperbaiki. Keinginan kita semua jika kemudian Peparda penuh dengan semangat sportifitas, baik didalam maupun diluar arena,” ujar Djumono.
Prestasi menjadi juara umum – ungkap Djumono, akan ditempuh NPCI Kota Bandung lewat atlet binaan sendiri. Djumono sepakat jika intelegent sport harus segera dilakukan. Apalagi Walikota mencuatkan taglent “Wani jeung Gelutna”. Taglent ini menyasar ke berbagai strategi guna merebut supremasi juara umum Peparda VII/2026.
Sementara itu ketua pelaksana Pengukuhan kontingen Pemusatan Latihan Cabang (Pelatcab) NPCI Kota Bandung 2025 Wawa Gunawan mengatakan sebanyak 300 orang yang terdiri dari 16 koordinator, 84 pelatih dan 200 alet dengan berbagai klasifikasi disabilitas tersebar di 17 cabor.
“Terkait Pelatcab, pemerintah kota Bandung telah memberi fasilitas berupa perlengkapan peralatan olahraga yang akan dipergunakan disaat latihan maupun disaat program Pelatcab berjalan. Hal ini menandakan bahwa Pemkot Bandung sangat fokus dan peduli terhadap pembinaan dan pengembangan atlet disabilitas NPCI Kota Bandung,” ujar Wawa.
Wawa memberi apresiasi kepada Walikota, DPRD dan Kadispora Kota Bandung serta semua pihak yang telah berkontribusi atas kepedulian, perhatian dan dukungan kepada atlet disabilitas NPCI Kota Bandung dalam upaya merebut juara umum Peparda VII/2026 di Kabupaten Indramayu. (den)





