Tampil Tunggal di Peluncuran dan Bedah Buku Kepala BPOM Prof. Taruna Ikrar
Tampil tunggal di Peluncuran dan bedah buku Kepala BPOM Prof. Taruna Ikrar

345views


TAMPIL — tunggal di Peluncuran dan bedah buku Kepala BPOM Prof. Taruna Ikrar. Di Gedung Merah Putih BPOM Jakarta
Suatu kehormatan untuk saya dapat tampil diundang dalam acara peluncuran 7-Buku karya Kepala BPOM RI Prof. Taruna Ikrar. Acara ini sekaligus membedah 7-buku karyanya sekaligus oleh para ahli dibidangnya.
Acara berlangsung di Gedung Merah Putih BPOM, Jalan Percetakan Negara, Jakarta, Kamis (31/7/2025), dengan dihadiri 6.000 pegawai BPOM dari 77 Unit Pelaksana Teknis (UPT) secara hybrid, yang terdiri dari 23 Balai Besar, 30 Balai, 23 Loka, dan 1 Pos POM.
Saya sendiri tampil tunggal diacara ini dalam 2-sesi dengan membawakan 6-buah karya lagu, termasuk lagu baru yang akan di louncing bulan ini dengan judul “Sedekah”.
Tidak sembarang lagu yang saya bawakan, karena panitia meminta saya, agar lagu-lagu tersebut (terutama liriknya) dapat “menjadi jembatan” pengantar 7-buku yang akan diluncurkan.
Maka mengalirkah di sesi pertama lagu Sahabat Cahaya, Jangan Berhenti Membaca dan Mari Membaca (Ikon Lagu Perpusnas).
Selanjutnya di sesi ke dua saya mempersembahkan lagu Pulanglah Ke Rumah (Mengenang peristiwa Covid 19), Sedekah dan Aga Kareba sebagai penutup.
Alhamdulillah semua lagu yang saya bawakan sesuai dengan harapan panitia acara, tamu undangan dan para peserta acara ini. Kepala PPOM Prof. Taruna Ikrar pun menyatakan kepuasan dan rasa terima kasih kepada saya.
Acara ini menjadi unik, karena para peserta dari berbagai daerah diwajibkan tampil mengenakan pakaian adat, menciptakan suasana meriah yang menonjolkan keberagaman budaya Nusantara. Momen ini menjadi simbol kolaborasi antara sains, pengawasan, dan nilai-nilai lokal.
Sejumlah tokoh dari berbagai bidang sebagai pembedah yaitu Raden Rara Mayagustina Andarini, William Adi Teja, Mohamad Kashuri, Rita Endang, Tepy Usia, Irjen Pol Tubagus Ade Hidayat, dan Yan Setiadi.
Staf Khusus Kepala BPOM RI, dr. Wachyudi Muchsin, mengatakan, buku-buku ini mencerminkan komitmen BPOM untuk melindungi masyarakat sekaligus mendorong inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan sejarah kelembagaan.
Kehadiran pembedah dari kalangan farmasi, medis, kepolisian, hingga pengawasan keuangan memperkuat sinergi pesan antar sektor dalam penguatan ekosistem pengawasan obat dan makanan di Indonesia.
BPOM RI bersama Prof. Taruna Ikrar dianugerahi penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
“Ilmu pengetahuan tidak boleh hanya berdiam di menara gading. Ia harus menyentuh seluruh lapisan, menjadi cahaya masyarakat bagi kemajuan bangsa,” ujar Prof Taruna.
Peluncuran buku ini menegaskan langkah BPOM lembaga pengawasan yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing global, mengedepankan sinergi antara akademisi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat—selaras dengan konsep Academic-Business-Government (ABG).
Ketujuh buku yang diluncurkan berjudul:
Modernisasi Sistem Pengawasan Obat dan Makanan dalam Ekonomi Global. Mengawal Mutu, Membangun Bangsa. Sejarah dan Perkembangan BPOM Republik Indonesia.POM Era Kolonial. Ancaman Silent Pandemic. Pengendalian Resistensi Antimikroba di Indonesia. Harmoni Keamanan dan Inovasi **(release/BNN)
add a comment





