Bandung, BANDUNGPOS.ID – Wakil Sekretaris Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Barat) H. Dody Kusdinar memberi apresiasi kepada NPCI Kota Bandung yang telah melakukan audiensi kepada NPCI Jabar.
“Hasil pertemuan tadi kita membicarakan serta memusyawarahkan tentang hajat besar NPCI yaitu Pekan Paralympic Daerah (Peparda) tahun depan dan Kota Bandung melamar sebagai tuan rumah penyelenggara. Disisi lain ada juga Kabupaten Indramayu yang sedang mempersiapkan diri menjadi tuan rumah,” ujar H. Dody sesaat setelah audiensi di sekretariat NPCI Jabar, Komplek SPoRT Arcamanik Jalan Pacuan Kuda Kota Bandung, Rabu (16/5/2025).
Intinya – ujar Dody, NPCI Jabar berharap penyelenggaraan Peparda bisa digelar d Kabupaten lain. Artinya tidak selalu harus di kota Bandung.
“Awalnya seperti itu (tuan rumah Peparda). Dari semua Kabupaten yang ada di Jabar, nampaknya Kabupaten Indramayu paling siap. Meski demikian kesiapan tersebut belum ter SK kan. Saat ini kami punya waktu dua minggu kedepan untuk memastikan, dimana Peparda tahun depan akan digelar,” ujar Dody.
Dody menegaskan, apabila Kabupaten Indramayu belum siap maka tuan rumah penyelenggaraan Peparda VII/ 2026 akan beralih ke Kota Bandung yang telah menyatakan kesiapannya sesuai surat lamaran dengan melihat fasilitas venue yang ada.
“Kami mentargetkan waktu lebih cepat (penentuan tuan rumah Peparda) karena hal ini terkait dengan anggaran sehingga di bulan Mei mendatang sudah ada kepastian tempat penyelenggaraan. Saya kira itulah inti dari pertemuan tadi dengan teman-teman dari kota Bandung,” ujar Dody.
Disinggung ihwal batas akhir pengajuan Indramayu kepada NPCI Jabar terkait tuan rumah Peparda 2026, Dody mengatakan seandainya menyangkut ke sistem penganggaran pada bulan Mei mendatang tentunya harus sudah ada Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
“Dengan demikian diakhir bulan ini sudah ada kepastian. Dan kita upayakan hal itu (kepastian). Jika misalnya Kabupaten Indramayu tidak siap, kita SK kan yang Kota Bandung,” ungkap Dody.
Akan halnya soal tuan rumah Bersama, Dody mengurai ihwal fasilitas cabang olahraga (cabor). Menurutnya, ada beberapa cabor yang venuenya tidak dimiliki Kabupaten Indramayu, misalnya lintasan boling yang hanya ada di kota Bandung.
“Dari sekian cabor yang akan dilaksanakan di Kabupaten Indramayu tentunya ada beberapa cabor yang harus diselenggarakan di kota lain. Selain cabor boling ada juga cabor balap sepeda, dimana Kabupaten Indramayu tidak memiliki velodrome. Dengan demikian penyelenggaraanya akan dilaksanakan di kota atau kabupaten lain yang memiliki fasilitas velodrome. Itulah nanti yang akan disebut penyelenggaraan Bersama,” urai Dody.
Dody mengatakan, pada Rabu 16 April 2026 ada diskusi masalah teknis antara NPCI Jabar dengan NPCI Kota Bandung dalam bentuk audiensi dan pengajuan surat lamaran. Disiis lain – diwaktu yang sama, Ketua Umum serta Sekretaris Umum NPCI Jabar sedang membahas tuan rumah penyelenggara Peparda 2026 dengan Gubernur dan Sekda Jabar.
“Nanti kita padukan seperti apa hasilnya. Kita tunggu saja,” ujar Dody.
Merujuk soal lamaran yang diajukan Kota Bandung. Dody menilai mereka sudah siap. Meski disisi lain kesiapan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan venue. Dari beberapa cabor yang akan dipertandingkan, tentunya venue yang tersedia harus sesuai dengan standar pertandingan penyandang disabilitas.
“Kita akan melakukan investigasi ke setiap venue sesuai dengan proporsal dan dokumen yang diberikan NPCI Kota Bandung, selain tentunya investigasi ke soal akomodasi dan transportasinya,” jelas Dody. (den)





