Olahraga

Walikota Farhan,”Bandung Episentrum Sepak Bola Nasional,”

471views

Bandung, BANDUNGPOS.ID – Ordinary Congress atau kongres biasa Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Bandung digelar di Grand Pasundan Convention Hall Jalan Peta Kota Bandung, Minggu (23/3/2025)

Kongres dihadiri Walikota Bandung H. Muhammad Farhan. Dalam amanatnya Walikota menegaskan Kota Bandung saat ini bisa dikatakan  sebagai episentrum sepakbola nasional. Kedepannya bisa dilihat peningkatan kualitas dan kuantitas dari liga serta menghidupkan kembali 36 PS yang bernaung dibawah Askot PSSI Kota Bandung sebagai jantung, urat darah dan nyawa sepakbola di Bandung.

“Soal Persib jadi juara Liga tahun ini, nya etamah kudu (Ya itu mah harus),” ujar Farhan.

Menurut Farhan apalah artinya juara PON tapi sepakbolanya gagal. Apalah artinya juara Porprov tapi sepakbolanya gagal. Untuk itu klub-klub amatir d Kota Bandung harus sedini mungkin dipersiapkan dengan baik .

“Soal dana  hibah untuk klub amatir saya belum tahu nilainya. Apakah hibahnya ke Askot atau ke Asprov atau ke Liga atau ke masing-masing klub, saya belum bisa memastikan. Sebab dana hibah tidak ada hubungannya dengan orientasi politik saya sebagai Walikota. PSSI itu kan  bukan partai politik,” ujar Farhan seraya mengajak seluruh insan sepaknola Bandung membangun sinergi dengan Pemkot Bandung.

Kongres tahun ini yang diikuti 36 klub, menurut Ketua Askot PSSI Kota Bandung H. Yoko Anggasurya bertujuan untuk mensahkan kompetisi PSSI Kota Bandung tahun 2025 terutama dengan masuknya dua Akademi, yaitu Akademi Persib Bandung dan Akademi Persib Cimahi. Kedua Akademi ini bukan anggota Askot PSSI Kota Bandung  akan tetapi boleh ikut berkompetisi.

“Dengan masuknya dua akademi ini menurut saya bagus karena kedepannya akan sangat kompetitif. Seperti yang dikatakan Kang Adhit (Adhitia Putra Herawan, Interim Director of Sports PT PBB) tidak akan ada yang di anak emaskan, jadi antara Akademi dan Perkumpulan Sepakbola (PS)  posisinya sejajar,” ujar H. Yoko.

Dari dulu — ungkap H. Yoko,  komitmen tidak berubah, apakah itu PS Saswco atau Elput atau PS manapun yang bernaung dibawah Askot PSSI Kota Bandung, kalau memang pemainnnya jelek tentu tidak akan dibawa. Artinya yang terbaiklah yang akan drekrut Persib.

“Nantinya akan ada direktur teknik dan tim talent scouting. Saya tentu akan menyerahkan ke mereka. Meski demikian saya akan tetap memantau karena dititik inilah perjuangan kita dipertaruhkan. Jadi jangan bermain-main dengan anggaran. Saperakpun teu meunang (Seperakpun tidak boleh). Titik,” tandas H. Yoko.

Disisi lain H. Yoko pun menyinggung soal lapangan tempat berlatih yang akan mengambil lokasi di lapangan Tegallega dengan menggunakan rumput sintetis. Awalnya fasilitas tempat berlatih itu ada di sebelah stadion GBLA dengan rumput alami.

Menurut H. Yoko, lapangan rumput biaya perawatannya mahal. 36 PS pun tidak bisa berlatih disana, kecuali untuk kompetisi. Akhirnya Glen Sugita akan membangun untuk PSSI Kota Bandung berupa lapangan dengan rumput sintetis di Tegallega, plus dengan fasiltas lainnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Glen (Sugita). Sekarang rencana pembangunan itu sedang dibicarakan antara Pak Walikota dengan Pak Glen,” ujar H. Yoko.

H. Yokopun menyinggung kolaborasi yang akan dilakukan antara PSSI Kota Bandung dengan PT PBB menyangkut pembinaan dan kompetisi. Di sisi kompetisi akan disiapkan anak-anak untuk tim U-13,U-15 dan U-17 untuk Piala Suratin serta U-16, U-18 dan U-20 untuk Elit Pro. Semua ini akan bermuara ke Tim Satelit.

“Selama dua tahun kedepan target kami minimal dua, tiga sampai empat orang bisa tembus ke senior,” tutur H. Yoko.

Adapun penjabaran Tim Satelit menurut H. Yoko antara lain karena dibawahnya ada BU (Bandung United). Yang belum mampu ke Liga (Persib Senior) otomatis akan dimatangkan di Tim Satelit.

Pada kesempatan yang sama Sekretaris Jendral Askot PSSI Kota Bandung H. Laga Sudarmadi menjelaskan bahwa Glen Sugita mengharapkan munculnya pemain-pemain asal Kota Bandung.

“Misalnya ada yang datang dari luar provinsi harus masuk dulu ke 36 PS. Setelah itu masuk ke gerbong Persib, artinya tidak ujug-ujug (muncul dengan tiba-tiba). Untuk masalah ini nantinya akan ada MoU. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada PT PBB melalui Pak Adhit, bahwa kolaborasi sudah terjalin, dari mulai tiket, bellboy sudah dikembalikan lagi seperti semula,” ujar H. Laga.

H.Laga menegaskan, banyak potensi yang bisa digali, mulai dari pemain, pelatih dan wasit , semuanya sudah kompak untuk mendukung kesuksesan program dari Ketua Umum Askot PSSI kota Bandung.

Ditempat yang sama Ketua Umum KONI Kota Bandung Nuryadi berharap lewat Kongres PSSI Kota Bandung bisa dihasilkan program-program untuk ngarojong (mendukung) Babak Kualifikasi (BK) Porprov dan untuk kepentingan pembinaan secara keseluruhan.

“Kami — KONI Kota Bandung, mengharap ada pemain yang lahir dari kongres ini  melalui kompetisi Kota Bandung untuk kepentingan Persib dan kepentinan PON, selain tentunya pemain nasional yang kita dambakan,” ujar Nuryadi.

Sebelumnya Interim Director of Sports PT PBB Adhitia Putra Herawan mengatakan, pihaknya ingin menciptakan Beckham-Beckham yang baru sehingga mereka bisa berkompetisi di level sepakbola tertinggi di Indonesia.

“Sesegera mungkin kita akan menggelar kompetisi internal di Liga Persib. Mudah-mudahan setelah lebaran kita mulai persiapannya. Soal infrastruktur, kita harus bicara dulu dengan pihak pemerintah karena ini akan melibatkan Dispora dan setelah deal kita akan bangun infrastruktur yang baik. Salah satunya akan merenovasi lapangan  Tegallega,” uja Adhitia. (den)

 

 

 

 

Leave a Response