Daerah

Hoerudin Amin, S.Ag., MH: Kajian Tentang Pancasila Tidak Luput dari Menggunakan Metodologi dan Pendekatan Ilmiah

Kajian Tentang Pancasila Tidak Luput dari Menggunakan Metodologi dan Pendekatan Ilmiah

489views

KAB. GARUT, BANDUNGPOS – Anggota MPR RI Muhammad Hoerudin Amin, S.Ag., MH kembali selenggarakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dihadapan warga Desa Banyuresmi Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut, Kamis 19 Desember 2024.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan merupakan media Sosialisasi Dapil (Sosdap) MPR RI yang membahas tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI serta Bhineka Tunggal Ika.

Dijelaskan Hierudin sapaan akrabnya, objek kajian Pancasila adalah nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar yang mendasari kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Bahkan disebutnya, kajian Pancasila mencakup bagaimana nilai-nilai dasar dapat diimplementasikan dalam sistem hukum, politik, sosial, dan budaya.

Hoerudin yang merupakan anggota Komisi X DPR RI Fraksi PAN menjelaskan kajian tentang Pancasila tak luput dari menggunakan metodologi dan pendekatan ilmiah.

Diterangkan, penelitian tentang Pancasila dilakukan melalui kajian literatur, analisis dokumen, survei, dan wawancara. Hasil penelitian ini dapat dikritisi dan dikritisi oleh ilmuwan lain.

Begitu pula, sambungnya, Pancasila tidak hanya dipelajari sebagai konsep teoretis, tetapi juga sebagai praktik nyata dalam kehidupan bernegara.

Pasalnya, dipaparkannya bahwa pembahasan tentang Pancasila meliputi pengembangan teori-teori baru serta evaluasi dan adaptasi praktik-praktik yang ada berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

“Pancasila diajarkan di berbagai tingkat pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Materi pembelajaran Pancasila mencakup sejarah, nilai-nilai, dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan ini membentuk landasan ilmiah bagi pemahaman dan penerapan Pancasila,” tambah Hoerudin.

Nilai-nilai intrinsik Pancasila sebagai ilmu dapat dipahami melalui analisis terhadap prinsip-prinsip dasar Pancasila dan bagaimana nilai-nilai tersebut menjadi landasan moral, etika, serta pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik di berbagai bidang kehidupan.

Tak ketinggalan, Hoerudin juga memberikan nilai-nilai intrinsik Pancasila yang relevan dalam konteks ilmu. Yang dimaksud yakni nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

Nilai tersebut, sambungnya, menekankan betapa pentingnya keagungan moral dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

“Ilmu harus dilakukan dengan jujur, etis, dan bertanggung jawab, menghormati nilai-nilai spiritual dan keyakinan beragama. Selain itu harus menghargai keberagaman dan kebebasan beragama dalam komunitas ilmiah, menciptakan lingkungan yang inklusif dan menghormati semua individu tanpa diskriminasi,” pungkas pria yang melayani selama 3 periode menjadi anggota DPR RI dari Dapil Jabar XI ini.** (Adem/BNN)

Leave a Response