Bandung Raya

Lab. Simulasi Komunikasi Fikom Unisba Gelar Sekolah Kebangsaan Tular Nalar 3.0 di  SMA Sumatera 40 Bandung

412views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan media di kalangan remaja, Lab. Simulasi Komunikasi Fikom Unisba melaksanakan Sekolah Kebangsaan yang digagas  Tular Nalar – Mafindo. Pelatihan dilaksanakan  Senin (30/9) bertempat di SMA Sumatera 40 Bandung. Kegiatan dimulai pukul 08.00 wib dengan jumlah peserta sebanyak 106 siswa-siswi kelas XII SMA Sumatera 40 Bandung. Pelatihan ini diberikan kepada siswa sekolah menengah atas agar mereka dapat lebih kritis dan bijak dalam mengakses, menganalisis, dan mengevaluasi berbagai infomasi di media, khususnya informasi mengenai pilkada mendatang.

Sebelum kegiatan dimulai, Dr. Rita Gani, M.Si selaku koorinator tim CO Tular Nalar memberikan pengarahan kepada siswa-siswi SMA 40 Sumatera Bandung. Dia menyampaikan bahwa  pelatihan Sekolah Kebangsaan melibatkan 100 orang peserta anak-anak muda, terutama pemilih pemula, dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada mereka tentang media literasi, terutama untuk membentengi diri dari berbagai hoak yang terjadi menjelang Pemilukada. Rita juga berpesan kepada peserta kelas 11 dan 12 ini untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilukada dan tidak golput (tidak memilih) dalam pemilu nanti.

Selanjutnya sambutan dari Kepala sekolah SMA 40 Sumatera Bandung, Utami Dewi, S.Pd. Dia mengucapkan terimkasih kepada Tular Nalar dan Fikom Unisba yang sudah berkunjung ke SMA 40 Sumatera Bandung untuk mengadakan pelatihan Sekolah Kebangsaan. Beliau percaya bahwa dalam dunia yang semakin terhubung ini, keterampilan literasi media penting untuk membekali generasi mendatang dalam menghadapi tantangan informasi. Maka dari itu pelatihan Sekolah Kebangsaan ini berharap dapat bermanfaat banyak bagi siswa-siswi SMA 40 Sumatera Bandung dalam menghadapi dunia digital mendatang, khususnya di era politik saat ini.

Sekolah kebangsaan tular nalar 3.0 ini memberikan 4 segmen materi, diawali dengan segmen 1: Pemilu, mengenai informasi tentang pilkada, tahapan pemilu serta sumber informasi pemilu apa saja yang dapat dipercaya. Segmen 2: Demokrasi, bagaimana keadaan serta mengawali demokrasi di Indonesia, lalu bagaimana remaja dapat berpikir kritis dalam menghadapi pemberitaan di media. Sebelum melanjutkan pada segmen 3 peserta bermain gim distorsi informasi untuk melatih peninderan terhadap hoaks yang beredar di masyarakat. Lalu segmen 3: Mengindra hoaks pemilu, untuk mengindari hoaks remaja perlu pemahaman atau pengetahuan tentang topik/isu yang sebenarnya. Peserta juga dijelaskan mengenai jenis-jenis kacau informasi serta bagaimana dampaknya. Segmen 4: Waspadai Sanksi, terdapat beberapa sanksi seperti sanksi pidana dan sanksi sosial dalam isu pemilu.

Materi tersebut diberikan oleh fasilitator  dalam membuat kelompok kecil (micro teaching) berisi masing-masing 10-11 siswa-siswi. Metode ini sangat memungkinkan terjadinya partisipasi dan keterlibatan peserta secara full terhadap materi yang disampaikan selama pelatihan.

Tahap akhir pelatihan, para siswa-siswi mengisi lembar refleksi diri sebagai aktivitas evaluasi untuk penguatan pemahaman kembali materi-materi yang telah diberikan oleh fasilitator. Seorang peserta pelatihan, Fahri memberikan testimoni mengenai pelatihan ini, “Kesan saya terhadap kegiatan ini bagus untuk menambah wawasan saya mengenai pilkada yang akan dating. Karena saya sebelum ini  kurang tahu, kurang faham mengenai pemilu karena pertama kali saya memilih dalam pemilu. Selain itu juga tadi dijelaskan bagaimana untuk menghindari hoaks yang marak beredar di media saat ini, lalu bagaimana tahapan pemilu yang harus dilakukan nanti. Seru pokoknya kegiatannya ada gamesnya sama dikasih konsumsi dan merchandise juga.”

Wakil kepala sekolah kurikulum SMA 40 Sumatera Bandung, Shafira Mentari, S.Pd. mengucapkan terimakasih banyak kepada Tular Nalar yang berkolaborasi dengan Fikom Unisba karena sudah memilih SMA 40 Sumatera Bandung pada kegiatan yang sangat bermanfaat. Shafira berharap kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan secara mendalam kepada kelas XII SMA 40 Sumatera sebagai pemilih pemula dalam pilkada mendatang.(ask/bnn)

 

Leave a Response