Olahraga

Kasus Hukum yang Menerpa Tubuh NPCI Jabar Diakui Hari Cukup Mengganggu

657views

 

Bandung, BANDUNGPOS.ID  – Permasalahan hukum yang terjadi dikepengurusan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jabar yang lama, harus diakui sedikit mengganggu di kepengurusan NPCI yang baru, misalnya dari sisi keterlibatan pengambilan berkas yang harus diserahkan ke pihak yang berwenang.

“Meski demikian yang paling penting sekarang ini adalah mempersiapkan teman-teman atlet yang akan bertanding di gelaran Pekan Paralympik Nasional (Peparnas) XVII yang akan berlangsung di Solo, Jawa Tengah. Atlet jangan sampai terpengaruh. Sebaliknya harus lebih bersemangat lagi membawa kontingen NPCi Jabar untuk mencetak prestasi di Solo,” ujar Ketua Umum NPCI Jabar Hari Susanto saat berbincang dengan pers di sekretariat NPCI Jabar di SPOrT Jabar Arcamanik Jalan Pacuan Kuda Kota Bandung, Rabu (3/7/2024).

Kasus hukum yang menerpa tubuh NPCI Jabar, diakui Hari cukup mengganggu. Baginya hal ini menjadi semacam pembelajaran untuk kedepannya agar lebih berhati-hati, berkinerja lebih baik serta menjalankan mekansme yang benar sesuai aturan.

Menurut Hari, dikepengurusan NPCI Jabar yang sekarang tidak ada personel yang terlibat kasus hukum di kepengurusan sebelumnya. Kalaupun ada hal itu masih sebatas sebagai saksi.

“Tapi seandainya dari saksi menjadi tersangka tentu akan kami berhentikan. Jadi kalau sebagai saksi mah berjalan saja dulu,” kata Hari.

Hari mengatakan, beberapa atlet ada yang sudah dimintai keterangan sehubungan dengan kasus hukum yang sedang terjadi di tubuh NPCI Jabar, tapi menyikapi hal tersebut, kepengurusan NPCI sekarang tidak perlu terlibat jauh didalamnya karena masing-masing sudah ada yang mengurus.

“Bagi saya sekarang fokus ke atlet, memantau segala persiapannya, saya tidak mau terlalu jauh berbicara ke ranah hukum yang memang sudah ada yang menanganinya,” ujar Hari.

Diluar aspek hukum, Hari mengatakan pada Juli ini sudah masuk ke Surat Keputusan (SK) 100 persen sebab dalam sisa waktu  tiga bulan jelang Peparnas, sebenarnya sudah mepet. Mski demikian – ujar Hari, pemanfaatan waktu tiga bulan ini akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik.

Adapun jumlah atlet inti yang akan tampil di Peparnas nanti sebanyak 345 atlet dari 16 cabor. Sementara nomor yang akan dipertandingkan belum diketahui lantaran Tehnical Hand Book (THB) sampai saat ini belum turun.

Hari pun mengurai ihwal atlet yang akan bertanding di Peparnas nanti. Sejauh ini objektifitas menjadi hal utama, sebab – tutur Hari, yang akan memberi jawaban prestasi tentunya atlet sendiri.  Pihaknya sudah memiliki data objektif. Hal ini guna menghindari hal-hal yang sifatnya titipan, Dan semuanya bermuara pada nilai dan limit waktu.

Menyangkut klasifikasi, saat ini sudah mencapa 80 persen, sisanya tinggal klasifikasi tuna netra karena harus ada pengisian form dari internasional. Disis lain atlet-atlet NPCI Jabar jelang tampil di Peparnas berencana melakukan try out, dan tempatnya masih di wilayah Indonesia sesai dengan anggaran yang ada.

Pada kesempatan itu Haripun mengupas soal Peralimpiade yang akan berlangsung di Paris pada Agustus hingga September 2024 mendatang. Hari mengatakan atlet Jabar yang sudah lolos Paralimpiade berjumlah 6 atlet. Sementara 2 atlet lagi masih menunggu penghitungan poin. Kemungkinan pada tanggal 16 Juli 2024 sudah final semuanya.

Paralimpiade akan mempertandingan 9 cabor, termasuk didalamnya ada dua cabor yang baru dipertandingan di Paralimpiade yaitu boccia dan panahan. Adapun atlet NPCI se Indoneia yang sudah lolos Paralimpiade berjumlah 27 dari total 36 atlet yng sebagian diantaranya di fasilitasi wild card.

“Atlet Jabar yang lolos Paralimpiade diantaranya dari cabor bulutangkis 3 orang atas nama Hikmat Ramdhani, Rina Marlina dan Devan Rimusti. Kemudian dari balap sepeda atas nama M. Fadli  dan Sofyan Sauri yang masih menunggu hasil poin. Berlanjut ke cabor judo atas nama Junaidi, cabor panahan atas nama Setiawan dan  Ira yang juga masih menunggu poin agar bisa lolos ke Paralimpiade,” papar Hari yang Bersama Leani Ratri berhasil merebut medali emas Paralimpiade 2021 di Tokyo, Jepang untuk cabang olahraga bulu tangkis kategori SL3-SU5.

Sebagai atlet yang sempat merasakan atmosfir Paralimpiade Hari berpesan agar menjaga kesehatan. Sebab manurut Hari hal utama dalam menghadapi pertandingan adalah faktor kesehatan dan kemudian fokus pertandingan.

“Bentuk support sudah kami siapkan untuk atlet asal NPCI Jabar yang tampil di Paralimpiade, termasuk dukungan dari pemerintah yang akan langsung memonitoring ke Paris,” jelas Hari.

Hari berharap atlet Jabar bisa menyumbangkan 2 emas dari target pusat yang hanya 1 emas. Emas diprediksi bakal disabet dari cabor bulutangkis. (den)

 

 

 

 

Leave a Response