Bandung Raya

Unisba Perkuat Kemampuan Baca Al-Qur’an Tenaga Kependidikan melalui Pembinaan BTQ

30views

METRO BANDUNG, bandungpos.id — Universitas Islam Bandung (Unisba) terus memperkuat pembentukan lingkungan kerja yang profesional sekaligus berorientasi pada nilai-nilai keislaman. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui program Pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) bagi tenaga kependidikan Tahun Akademik 2026/2027 yang resmi dimulai pada Rabu (7/10/2026).

Program yang digelar Lembaga Peningkatan Insan Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (LPI3M) Unisba melalui Bagian Peningkatan Insan 3M ini diikuti tenaga kependidikan dari berbagai unit kerja di lingkungan Unisba. Prosesi pembukaan turut dihadiri para dekan, pimpinan lembaga, badan, serta unit kerja di lingkungan universitas.

Ketua LPI3M Unisba, Dr. Parihat, Dra., M.Si., menjelaskan bahwa pembinaan BTQ menjadi salah satu bagian dari komitmen LPI3M dalam meningkatkan kualitas insan 3M di lingkungan Unisba.

“Pembinaan ini merupakan salah satu bentuk layanan kami, khususnya di Bagian Peningkatan Insan 3M, untuk memberikan pembinaan BTQ bagi tenaga kependidikan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil placement test yang diikuti 269 tenaga kependidikan, terdapat 126 peserta yang membutuhkan pembinaan secara lebih intensif. Sementara 130 peserta lainnya dinilai sudah memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik sehingga diarahkan mengikuti program pemeliharaan kemampuan.

“Dari hasil placement test, ada 126 orang yang akan kami bina. Kemudian ada 130 orang yang bacaannya sudah bagus sehingga kami akan melakukan perawatan saja,” katanya.

Pembinaan BTQ Berlangsung Tiga Bulan

Program pembinaan bagi peserta dirancang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Untuk mendukung proses pembelajaran, LPI3M membagi peserta ke dalam 10 kelompok yang masing-masing akan mendapatkan pendampingan dari tutor.

Pengaturan waktu pembinaan dilakukan berdasarkan kesepakatan antara peserta dengan tutor pada setiap kelompok. Dengan pola tersebut, proses pembelajaran diharapkan dapat berlangsung secara efektif sekaligus menyesuaikan dengan aktivitas kerja tenaga kependidikan.

Parihat menegaskan, pembinaan BTQ tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum bersama untuk memperkuat budaya keislaman di lingkungan kampus.

“Ini adalah kesempatan yang berharga dan patut kita syukuri bersama. Kami ingin bersinergi dan bersama-sama menyiarkan kalimat Allah,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu membantu meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an tenaga kependidikan, termasuk memberikan pendampingan kepada peserta yang masih terbata-bata agar secara bertahap dapat membaca dengan lebih baik dan fasih.

Apresiasi terhadap program tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sumber Daya, Umum, dan Keuangan (PSDUK) Unisba, Dr. Helmi Aziz, S.Pd.I., M.Pd.I. Menurutnya, pembinaan BTQ menunjukkan perhatian Unisba terhadap pengembangan tenaga kependidikan yang dilakukan secara menyeluruh.

Ia menilai peningkatan kompetensi dan profesionalisme tidak dapat dipisahkan dari penguatan aspek spiritual. Keduanya perlu berjalan beriringan agar tenaga kependidikan tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga karakter yang sesuai dengan nilai-nilai yang dikembangkan Unisba.

“Kegiatan yang dilaksanakan oleh LPI3M ini menunjukkan bahwa Unisba bukan hanya memperhatikan peningkatan kompetensi dan profesionalisme, tetapi juga memberikan perhatian kepada tenaga kependidikan dari aspek spiritual,” katanya.

Helmi menegaskan bahwa Al-Qur’an dan salat memiliki posisi fundamental dalam kehidupan seorang muslim. Karena itu, pembinaan BTQ diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan membaca, tetapi berlanjut pada proses internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Bukan hanya pengetahuan dan kemampuan psikomotor saja tetapi mudah-mudahan ada internalisasi nilai sehingga mampu memberikan perubahan terhadap karakter Bapak dan Ibu,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan karakter yang lahir dari proses pembinaan tersebut pada akhirnya dapat memberikan pengaruh positif terhadap kualitas pelayanan tenaga kependidikan kepada seluruh sivitas akademika.

“Perubahan karakter nantinya akan berdampak pada pelayanan, dan pelayanan yang semakin baik akan menambah rekognisi untuk Universitas Islam Bandung,” tuturnya.

Membentuk Insan Berkarakter 3M

Lebih jauh, Helmi menyebut pembinaan BTQ merupakan bagian dari upaya Unisba dalam membentuk insan yang memiliki karakter 3M, yakni Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid.

“Prinsip utamanya adalah bagaimana melahirkan insan yang memiliki karakter 3M, yaitu Mujahid sebagai pejuang, Mujtahid sebagai pemikir, dan Mujaddid sebagai orang yang memiliki semangat pembaruan,” katanya.

Ia juga mengingatkan peserta agar tidak merasa rendah diri ataupun berkecil hati bagi mereka yang masih berada dalam tahap belajar membaca Al-Qur’an. Menurutnya, proses belajar merupakan bagian penting dari pembinaan sekaligus memiliki nilai ibadah.

“Bagi yang dalam proses pembinaan dan masih terbata-bata, tetap semangat. Ini merupakan bentuk perhatian kita,” ujarnya.

Ke depan, Helmi berharap program pembinaan dapat terus dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas. Tidak hanya peserta yang masih membutuhkan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi tenaga kependidikan yang sudah mahir pun dapat memperoleh program lanjutan berupa kajian dan telaah Al-Qur’an.

Setelah acara pembukaan, Dr. Muhammad Yunus, S.H.I., M.E.Sy., yang mewakili panitia, menyampaikan penjelasan teknis terkait mekanisme pelaksanaan pembinaan kepada seluruh peserta.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pelatihan. Para peserta mengikuti pembinaan bersama tutor sesuai kelompok yang telah ditentukan.

Melalui program ini, Unisba berharap kemampuan baca Al-Qur’an tenaga kependidikan semakin meningkat. Lebih dari itu, pembinaan BTQ diharapkan menjadi bagian dari proses membangun budaya kerja yang religius, berintegritas, profesional, dan berkualitas di lingkungan Universitas Islam Bandung. (ask)***

Leave a Response