Daerah

Unisba dan BKSWI Turut Perkuat Layanan Pendidikan melalui Sekolah Darurat Dharma Patra di Aceh Tamiang

241views

METRO BANDUNG, bandungpos.id– Universitas Islam Bandung (Unisba) bersama Badan Kerja Sama Wanita Islam (BKSWI) menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan dengan mendukung penyelenggaraan Sekolah Darurat Dharma Patra di Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Program ini digagas untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak belajar di tengah situasi pascabencana, ketika sejumlah sekolah belum dapat digunakan karena keterbatasan ruang kelas yang masih terdampak lumpur.

Dukungan yang diberikan Unisba dan BKSWI mencakup pemenuhan kebutuhan operasional sekolah darurat serta penyediaan makanan tambahan bagi para siswa. Kehadiran sekolah darurat tersebut menjadi solusi pembelajaran sementara yang aman, sekaligus berfungsi sebagai wadah pemulihan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana.

Sekolah Darurat Dharma Patra terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak, antara lain Yayasan Dharma Patra, Pertamina Field Rantau, TNI, BNPB, Unisba, BKSWI, dan para relawan. Demi menciptakan proses belajar mengajar yang aman dan kondusif, tenda-tenda sekolah darurat didirikan di area helipad Pertamina Field Rantau yang dinilai paling layak dan aman. Fasilitas ini juga terbuka bagi siswa dari sekolah lain di sekitar Kecamatan Rantau yang hingga kini belum dapat kembali beroperasi.

Sejumlah agenda penting telah dilaksanakan di lokasi, diawali dengan rapat koordinasi lintas pihak serta pemenuhan kebutuhan operasional sekolah darurat pada 2 Januari 2026. Pada 3 Januari 2026, digelar kegiatan pendampingan psikososial bagi tenaga pendidik dan karyawan yang dipandu oleh Rahmah Nur Rizki, S.Psi., M.Psi. Kegiatan belajar mengajar resmi dimulai pada 5 Januari 2026, ditandai dengan upacara bendera serta pendampingan psikososial bagi siswa bersama Andi Alang, pendongeng sekaligus ventriloquist. Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada 6 Januari 2026 melalui senam bersama dan pendampingan psikososial oleh para guru dan relawan.

Sekolah darurat ini beroperasi setiap Senin hingga Kamis, pukul 08.00–10.00 WIB, dengan dukungan sekitar 65 tenaga pendidik dan relawan yang bertugas secara bergiliran. Jumlah siswa yang hadir tercatat berkisar antara 287 hingga 320 anak dari jenjang TK, SD, dan SMP.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisba, Prof. Dr. Neni Sri Imaniyati, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa keterlibatan Unisba dalam Sekolah Darurat Dharma Patra merupakan bentuk nyata komitmen perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat kebencanaan.

“Unisba tidak hanya berupaya menjaga keberlangsungan proses pembelajaran, tetapi juga memberikan dukungan psikososial agar anak-anak merasa aman, pulih secara emosional, dan kembali bersemangat untuk belajar. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan pendidikan pascabencana,” ujarnya. (sani/bnn)

Leave a Response