Daerah

Unisba Dampingi Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Riau Mendirikan Fakultas Kedokteran

98views

PEKANBARU, bandungpos.id – Universitas Islam Bandung (Unisba) resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai dalam rangka pembinaan dan pendampingan institusional pendirian Fakultas Kedokteran. Kerja sama ini meliputi penyelenggaraan Program Studi Kedokteran Program Sarjana serta Program Studi Pendidikan Profesi Dokter.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) berlangsung di Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Selasa (10/2). Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani oleh Rektor Unisba A. Harits Nu’man dan Rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Amir Luthfi.

Melalui kesepakatan ini, Unisba berperan sebagai perguruan tinggi pendamping yang akan mengawal proses pendirian Fakultas Kedokteran Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai hingga diterbitkannya izin operasional resmi.

Rektor Unisba, Prof. A. Harits Nu’man, menegaskan komitmen penuh Unisba dalam mendampingi seluruh tahapan pendirian Fakultas Kedokteran. Ia menyampaikan bahwa Fakultas Kedokteran Unisba merupakan fakultas kedokteran swasta pertama di Jawa Barat yang telah memiliki pengalaman dan keunggulan dalam pengelolaan pendidikan kedokteran.

“Kami akan mendampingi hingga proses pendirian program studi ini benar-benar selesai. Semoga apa yang direncanakan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai dapat terwujud dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, pendirian Fakultas Kedokteran harus memenuhi berbagai persyaratan utama, di antaranya kesiapan rumah sakit pendidikan, keberadaan institusi pendamping, ketersediaan sumber daya manusia, serta dukungan sarana dan prasarana. Untuk Program Sarjana Kedokteran dibutuhkan minimal 14 dokter, sementara Program Profesi Dokter memerlukan 12 dokter, disertai fasilitas, infrastruktur, dan laboratorium pendidikan yang memadai.

Harits menilai Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai telah menunjukkan kesiapan yang cukup baik, terutama terkait ketersediaan lahan dan perencanaan fasilitas. Meski demikian, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dilengkapi, khususnya pada pemenuhan laboratorium, agar seluruh persyaratan dapat dipenuhi secara optimal.

“Pendirian Fakultas Kedokteran akan terwujud apabila kedua institusi memiliki visi, rasa, dan semangat yang sama untuk melahirkan surat keputusan serta izin operasional Fakultas Kedokteran di Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Prof. Dr. Amir Luthfi, menyampaikan bahwa pemilihan Unisba sebagai pendamping didasarkan pada hubungan kerja sama yang telah terjalin sebelumnya serta kepercayaan terhadap kapasitas dan pengalaman institusional Unisba.

“Kami memilih Unisba karena kerja sama yang telah terbangun. Harapannya, kolaborasi ini dapat berjalan selaras dan saling menguatkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa penandatanganan PKS ini menjadi langkah awal kerja sama jangka panjang yang dilandasi niat lillahi ta’ala. “Semoga kerja sama ini diberkahi dan seluruh rencana yang disepakati dapat terwujud sesuai waktu yang telah ditentukan,” ujarnya.

Kegiatan penandatanganan PKS juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unisba Santun Bhekti Rahimah, yang memaparkan berbagai tips teknis serta prosedur penyiapan data dan dokumen pembukaan Program Studi Kedokteran, termasuk pemenuhan administrasi, SDM, dan sarana prasarana, khususnya laboratorium.

Selain itu, Wakil Rektor III Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Apriza menjelaskan bahwa Fakultas Kedokteran yang dirancang akan memiliki kekhasan tersendiri. Visi pengembangannya difokuskan pada penanganan Penyakit Tidak Menular berbasis komunitas, yang terintegrasi dengan visi kewirausahaan universitas.

Ia juga memaparkan perkembangan kesiapan sumber daya manusia. Dari kebutuhan 14 SDM akademik, saat ini baru sekitar lima orang yang telah terpenuhi, sementara sisanya masih dalam proses pemenuhan. Melalui kerja sama ini, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai berharap Unisba dapat memberikan dukungan pendampingan, termasuk bantuan pemenuhan SDM akademik secara terbatas.(sani/bnn)

Leave a Response