
Oleh: Ridhazia
INI bukan saran. Tapi hak yang melekat pada sekolah untuk menolak. Sejauh alasannya kuat dan rasional.
Mempertimbangkan MBG tidak diterima di suatu sekolah jika murid sekolah itu sudah tercukupi makanan dan minuman oleh keluarga.
Dengan kata lain, murid sekolah dimaksud dari latar belakang ekonomi dan kelas sosial suatu keluarga yang tidak butuh asupan gizi tambahan.
Papua saja Menolak
Para pelajar membawa spanduk bertuliskan tuntutan seperti “Kami Butuh Pendidikan, Bukan Makanan”, “Hentikan Militerisasi di Dunia Pendidikan”, dan “Makan Bergizi Gratis Bukan Solusi untuk Berdayakan SDM Papua”.
Dengan lantang, mereka menyerukan agar pemerintah lebih fokus pada pendidikan gratis sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan Papua.*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.




