Chaidir Syam, Totalitas Mendedikasikan Diri untuk Kabupaten Maros
KABUPATEN MAROS, BANDUNGPOS—Sebait puisi karya almarhum seniman Sulsel, H. Udhin Palisuri, dalam bukunya Seikat Puisi Ainun dan Habibie, menegaskan bahwa hidup adalah pilihan, cinta, dan doa. Setiap pilihan memiliki konsekuensi, termasuk keberanian menghadapi dilema dan risiko. Hal itu juga menjadi bagian dari perjalanan hidup Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., M.H. Pernah didorong oleh orang tuanya untuk menjadi dokter, namun hatinya lebih terpanggil untuk mengabdi sebagai pembela negara. Putra tunggal pasangan Andi Syamsuddin dan Hj. Andi Nadjemiah ini lahir pada 2 Februari 1977. Sejak kecil, ia gemar bermain pistol air, yang...