Popon Penyair Netra Multitalenta
SIAPAPUN-- tidak pernah akan siap menerima manakala kejadian yang luar biasa pada diri kita, apalagi bagi seorang Popon S Latifah yang kehilangan penglihatannya sejak SD. Renungan demi renungan, dan kesadaran reflektifnya dia tuangkan pada buku Antologi Puisi dan Sajak, "Kupinjamkan Mataku pada Malam" yang diterbitkan Ultimus (2024). Karyanya dibedah dan dibacakan dalam kegiatan DILANS Indonesia minggu sore kemarin. Jauh dari sekedar penyesalan dan kemarahan akan takdir dari ketidakberdayaannya menatap dunia seperti umumnya warga lain. Bangkitnya semangat yang luar biasa untuk melihat dunia dari sisi lain, termasuk bersama warga perempuan mendirikan...