Memaknai Warisan Ki Hajar Dewantara dalam Realitas Pendidikan Kontemporer
Oleh: Entang Rukman, Guru & Pemerhati Pendidikan Lebih dari seabad setelah pemikirannya digaungkan, sistem pendidikan kita masih menunjukkan paradoks. Di satu sisi, kurikulum Merdeka digagas untuk memberi ruang kebebasan dalam belajar; Di sisi lain, guru masih terjebak dalam penilaian berdasarkan angka, birokrasi yang menekan, dan orientasi hasil yang terlalu mekanistik. Sebuah studi dari Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbudristek (2023) menyebutkan bahwa 60% guru merasa waktu mereka tersita oleh tugas administratif atau mengajar secara bermakna. HARI-- Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei bukan sekadar seremonial tahunan. Ia adalah ajakan untuk...