Polri Inklusif Untuk Indonesia Tangguh Melindungi Semua, Tanpa Kecuali
POLRI INKLUSIF UNTUK INDONESIA TANGGUH Melindungi Semua, Tanpa Kecuali

KOTA BANDUNG,Bandungpos–DILANS Indonesia mendapat kehormatan menghadiri Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026 di Markas Polda Jawa Barat, Bandung. Presiden DILANS Indonesia, Farhan Helmy, hadir bersama para relawan DILANS Indonesia sebagai tamu undangan.
Hal itu disampaikan President Dilans Indonesia, Farhan Helmy, kepada awak media, hari inj.
“Kami mengapresiasi keterbukaan Polri yang menunjukkan komitmen menuju pelayanan publik yang semakin inklusif bagi penyandang disabilitas, lanjut usia, dan kelompok rentan. Semoga langkah ini terus diwujudkan melalui kebijakan dan pelayanan yang semakin aksesibel di seluruh Indonesia, ” katanya.
Momentum tersebut juga menjadi ruang dialog informal dengan sejumlah pejabat tinggi Polri mengenai tantangan krisis iklim yang semakin nyata. Farhan Helmy menyampaikan bahwa dampak gelombang panas (gelombang panas), cuaca ekstrem, serta fenomena ancaman kekeringan akibat El Niño yang mulai dirasakan dan diperkirakan akan meluas di berbagai wilayah, termasuk Indonesia, berpotensi memberikan dampak yang jauh lebih besar bagi penyandang disabilitas, lanjut usia, dan kelompok rentan lainnya.
DILANS Indonesia menghadirkan kolaborasi yang lebih progresif, responsif, dan berdampak dalam menghadapi tantangan tersebut, khususnya di Jawa Barat yang memiliki lebih dari 5 juta warga rentan. Polri bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, media, relawan, organisasi penyandang disabilitas (OPDis), dunia usaha, dan masyarakat perlu memperkuat sinergi membangun sistem perlindungan yang benar-benar inklusif.
Kesiapsiagaan tidak cukup hanya dengan memperkuat infrastruktur, tetapi juga memastikan komunikasi publik dan risiko komunikasi yang inklusif, penggunaan bahasa isyarat, sistem peringatan dini yang aksesibel, serta prosedur penyampaian yang ramah bagi penyandang disabilitas dan usia lanjut. Karena Indonesia yang tangguh hanya dapat terwujud apabila setiap warganya terlindungi, tanpa kecuali.**( RM/BNN)





