Olahraga

Pertina Jabar Jadi Tempat Pelatnas Word Boxing 2026

492views

Bandung – BANDUNG POS  : Jawa Barat – tepatnya Kota Bandung, dipercaya menjadi pusat pelaksanaan pemusatan latihan nasional (Pelatnas) tinju sebagai bagian dari persiapan menghadapi ajang World Boxing yang akan digelar di Jakarta pada April mendatang.

Penunjukan tersebut dilakukan setelah pengurus pusat melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah fasilitas latihan yang ada di Kota Bandung.

Ketua Umum Pengprov Pertina (Persatuan Tinju Amatir Indonesia) Jawa Barat, Sugiharto Gandamiharja mengatakan utusan dari Pertina Pusat yaitu wakil ketua umum PB Pertina, Shely Miranda telah datang langsung ke Bandung untuk melakukan pengecekan kesiapan sarana dan prasarana.

Hasilnya, fasilitas yang dimiliki Pertina Jawa Barat dinilai memadai untuk menjadi lokasi pelatnas para petinju nasional.

“Wakil ketua umum PB Pertina, Ibu Shely Miranda datang langsung ke Bandung untuk mengecek fasilitas kita, mulai dari lapangan, mess atlet, hingga tempat latihan. Setelah dilihat, ternyata dinilai memadai untuk persiapan menuju World Boxing di Jakarta pada April nanti,” ujar Sugih – sapaan akrab Sugiharto Gandamiharja di sasana tinju Pertina Jabar, Gedung KONI Jabar, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, alasan lain dipilihnya Bandung sebagai pusat pelatnas karena prestasi petinju Jawa Barat yang cukup menonjol di berbagai kejuaraan nasional. Keberhasilan para atlet tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting bagi pengurus pusat untuk memusatkan latihan di wilayah tersebut.

“Bandung sampai saat ini terbukti memiliki atlet-atlet berprestasi. Dari beberapa kejuaraan terakhir juga banyak yang keluar sebagai juara, sehingga bisa dibilang fasilitas dan kualitas pembinaan di sini termasuk yang paling baik di Indonesia,” ujar Sugih.

Menurutnya, saat ini puluhan atlet dari berbagai daerah di Indonesia tengah mengikuti program pelatnas di Bandung. Mereka telah menjalani latihan intensif sejak pekan lalu dan direncanakan akan tetap berada di Bandung hingga awal April mendatang.

“Total ada sekitar 33 hingga 34 petinju yang ikut pelatnas, terdiri dari 21 petinju putri dan 13 petinju putra. Mereka berasal dari berbagai daerah, termasuk Sulawesi dan sejumlah provinsi lainnya,” ungkap Sugih.

Selain atlet, pelatnas tersebut juga didukung oleh tim pelatih nasional yang terdiri dari pelatih putra dan putri. Para pelatih ini bertugas mempersiapkan kondisi fisik, teknik, hingga mental para atlet sebelum tampil pada ajang internasional tersebut.

Ia menambahkan, ditunjuknya Jawa Barat sebagai pusat pelatnas merupakan sebuah kebanggaan bagi daerah. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa fasilitas dan sistem pembinaan olahraga tinju di Jawa Barat mendapat kepercayaan dari pengurus pusat.

Sugih juga menegaskan bahwa keberhasilan terselenggaranya pelatnas tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat. Dukungan fasilitas dan semangat yang diberikan menjadi faktor penting dalam kelancaran program latihan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ketua KONI Jawa Barat, Pak Budiana, dan Sekretaris Umum Pak Gianto yang telah memberikan dukungan penuh, baik dari sisi fasilitas maupun semangat. Tanpa dukungan mereka, pelaksanaan pelatnas ini tidak mungkin berjalan dengan baik,” ujar Sugih.

24 Kelas Pertandingan

Program pemusatan latihan nasional (pelatnas) tinju tengah berlangsung di Bandung sebagai bagian dari persiapan menghadapi Kejuaraan Asia U-22 dan U-19. Ajang bergengsi tingkat Asia tersebut dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 20 April 2026 di Tangerang, Banten.

Pelatih tinju nasional, Johny Romroman, mengatakan bahwa pelatnas ini diikuti puluhan atlet muda dari berbagai daerah di Indonesia. Para atlet dipersiapkan secara intensif untuk menghadapi persaingan ketat dari negara-negara Asia yang dikenal memiliki tradisi kuat dalam olahraga tinju.

“Pelatnas ini merupakan persiapan menuju Kejuaraan Asia U-22 dan U-19. Saat ini ada sekitar 34 petinju yang mengikuti latihan, terdiri dari atlet putra dan putri dari berbagai daerah,” ujar Johny Romroman.

Ia menjelaskan, dalam kejuaraan tersebut total terdapat 24 kelas pertandingan yang akan diperebutkan para petinju dari berbagai negara. Oleh karena itu, program latihan difokuskan untuk memaksimalkan kesiapan fisik dan teknik para atlet dalam waktu yang relatif singkat.

Menurut Johny, waktu persiapan menuju kejuaraan memang cukup terbatas, yakni sekitar satu bulan. Karena itu, tim pelatih membagi program latihan ke dalam beberapa tahapan agar kondisi atlet bisa mencapai puncaknya saat pertandingan berlangsung.

“Pada minggu pertama kami fokus pada tahap persiapan umum. Setelah itu latihan akan masuk ke tahap persiapan khusus hingga simulasi pertandingan, karena waktunya memang cukup mepet sebelum kejuaraan digelar,” jelasnya.

Terkait target prestasi, Johny menyebut hingga saat ini belum ada target resmi terkait jumlah medali yang harus diraih. Namun sebagai tuan rumah, Indonesia tetap berharap para atlet mampu memberikan penampilan terbaik dan meraih prestasi yang membanggakan. (den)***

 

 

Leave a Response