P2AP Unisba Perkuat Inovasi Pembelajaran melalui Workshop Generative Artificial Intelligence

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Bagian Pengembangan dan Peningkatan Aktivitas Pembelajaran (P2AP) Universitas Islam Bandung (Unisba) menyelenggarakan workshop bertajuk “Empowering Learning Through Innovation with Generative AI” pada Selasa (27/1) di Aula Utama Unisba. Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan kapasitas dosen dalam mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi.
Workshop tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Eng. Ayu Purwarianti, S.T., M.T., dosen tetap Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) sebagai pemateri eksternal, serta Ir. Djamaludin, S.T., M.A.B., dosen tetap Fakultas Teknik Unisba sebagai narasumber internal. Keduanya juga dipercaya sebagai Kepala Seksi Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan.
Dalam sambutannya, Rektor Unisba Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam memanfaatkan kecerdasan buatan. Ia menilai bahwa kemajuan teknologi, termasuk Generative AI, harus diselaraskan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
“Teknologi AI memang mampu bekerja cepat, pintar, dan efisien. Namun empati, etika, tanggung jawab, serta kebijaksanaan tetap menjadi kendali utama manusia,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Unisba perlu secara berkelanjutan mendorong lahirnya kebijakan, pedoman, serta praktik terbaik terkait penggunaan AI di lingkungan akademik. Menurutnya, P2AP memegang peran strategis agar transformasi pembelajaran berbasis teknologi tetap sejalan dengan visi Unisba sebagai universitas Islam yang unggul dan berkarakter.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Workshop Dr. Ir. Luthfi Nurwandi, S.T., M.T., dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali dosen agar memahami etika pemanfaatan AI dalam pendidikan, memperoleh wawasan mengenai manfaat dan ragam Generative AI, serta meningkatkan keterampilan dosen dalam mengaplikasikan teknologi tersebut dalam pembelajaran di kelas.
“Workshop ini diikuti oleh 66 peserta dengan rangkaian agenda mulai dari pemaparan materi etika AI, pengenalan berbagai jenis kecerdasan buatan, hingga praktik penggunaan AI secara langsung,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa peserta diwajibkan menghasilkan dokumen pembelajaran yang disimpan pada Learning Management System (LMS) MOODLE. Dokumen tersebut mencakup dokumentasi penyusunan prompt teks dan gambar, pengolahan data, serta luaran berupa konten tulisan, visual, hingga grafik yang dihasilkan melalui asisten AI.
Menutup laporannya, Luthfi berharap workshop ini dapat menjadi pemantik lahirnya inovasi baru di kalangan dosen dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di lingkungan Universitas Islam Bandung. (sani/bnn)





